‘D War Leader’ Tampilkan Koleksi Tas Buatan Tangan Berkualitas

Koleksi tas D War Leader yang berbahan dasar kulit sapi dan kambing yang dibawakan pada acara Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF), Kamis (13/12/2018). FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Koleksi tas cantik berbahan dasar kulit dipamerkan dalam acara Indonesia Sharia Economy Festival (ISEF) oleh D War Leader. Belasan produk tas tersebut dibariskan dengan rapi di stan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Binaan Bank Indonesia Kediri tersebut.

“Kami hari ini membawakan model-model tas untuk wanita dan pria, tas tangan (handbag) yang buat jarak jauh juga bisa,” ungkap Asmin Zakaria, perwakilan D War Leader asal Magetan saat ditemui wartawan Sureplus.id, Kamis (13/12/2018).

Asmin mengungkapkan, ia mendatangkan tas-tas tersebut dari Magetan tidak hanya untuk ajang pameran, namun ia telah menjualkan beberapa produk tersebut pada pengunjung di ISEF tersebut. UMKM yang berada dalam naungan Bank Indonesia Kediri ini telah berhasil memproduksi barang tersier lainnya dengan menggunakan kulit sapi dan kambing.

Industri rumah ini memiliki cara yang bisa di bilang sederhana dalam pembuatan produknya. Mulai dari pemilihan kulit yang didinginkan, dilanjutkan dengan membuat pola, dan langsung masuk pada proses percetakan.

Menurutnya, acara kali di kota pahlawan kali ini merupakan peluang besar, untuk mengembangkan sayap D War Leader maupun mendapatkan pembeli. Selama ini, D War Leader hanya membuka toko di Magetan, serta memanfaatkan online shop dalam menjalankan usahanya.

“Harga yang kami pasang berkisar Rp 600 ribu sampe Rp 650 ribu, untuk yang biasa. Ada juga yang double bag, jadi di dalam tas itu ada seperti tas kecil atau anak tasnya gitu, itu harganya Rp 750 ribu sampai sejuta,” ujar Asmin.

Selain tas, D War Leader juga membawakan beberapa koleksi sandal dengan berbagai bentuk dan ukuran, dompet, dan juga jaket yang terbuat dari kulit. Produk tersebut dijajarkan di meja depan, dekat dengan produk ukiran kaligrafi bertuliskan kalimart dalam bahasa Arab, yakni produk milik UMKM Pertakina.

“Jadi basis kita masih di Magetan untuk sekarang. Kami berharap dalam acara ini, bisa mendapatkan peluang membuka toko juga atau setidaknya punya pembeli dari Surabaya,” tutup Asmi.[DEWID/DM]

Editor: Dony Maulana