Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag

Jajaki Pengembangan Bisnis Internasional dan Logistik di Korsel

Peluang kerja sama dengan Korsel untuk memperkuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia, saat ini dijajaki Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag. Tampak suasana Kota Busan, Korsel. FOTO: SUREPLUS/AZIZ TP

JAKARTA-SUREPLUS: Peluang kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) untuk memperkuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia, saat ini tengah dijajaki Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), melalui Direktorat Fasilitasi Ekspor Impor.

Penjajakan berlangsung pada tanggal 5 hingga 7 Desember 2018 lalu di Busan dan Seoul, melalui serangkaian pertemuan dan kunjungan ke zona ekonomi bebas (free econonomic zone). Diawali pertemuan antara Delegasi Indonesia dengan Pemerintah Daerah Kota Busan yang mengelola Busan-Jinhae Free Economic Area (BJFEZ) di Busan, Korea Selatan.

Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Olvy Andrianita, sedangkan Pemerintah Daerah Kota Busan dipimpin Deputy General Director of Planning and General Affairs Departement of BJFEZ, Hwang Jeong-gi dan didampingi Deputy Project, Cho WonJong.

“Pertemuan ini dimaksudkan untuk menjajaki peluang kerja sama dalam bisnis internasional dan logistik melalui penguatan KEK di Indonesia sehingga dapat meningkatkan kinerja perdagangan kedua negara,” kata Olvy seperti dikutip sureplus.id, Senin (10/12/2018) dari situs kemendag.go.id.

BJFEZ merupakan zona ekonomi bebas terbaik untuk sektor logistik dari tujuh zona yang ada di Korea Selatan. Tujuh zona ekonomi khusus tersebut saling terintegrasi dan dikelola masing-masing pemerintah daerah di bawah pengawasan dan koordinasi Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan.

Sebelumnya, Delegasi Indonesia juga bertemu dengan pihak Otoritas Pelabuhan Busan yang merupakan pelabuhan ke-6 terbesar di dunia. “Otoritas Pelabuhan Busan tertarik untuk menjalin kerja sama dengan Indonesia. Peluang inilah yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya meningkatkan kinerja pelabuhan di Indonesia,” jelas Olvy.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Kusuma Dewi menyampaikan, akan membawa Otoritas Pelabuhan Busan ke Indonesia.

Konsep Smart City

Peninjauan Konsep Smart City di Incheon Free Economic Zone Kunjungan ke Incheon Free Economic Zone (IFEZ) pada Jumat (07/12/2018) di Seoul, Korea Selatan mengakhiri kunjungan penjajakan kerja sama dengan zona ekonomi bebas di Korea Selatan.

IFEZ merupakan kawasan ekonomi bebas terbaik di Korea Selatan. Keunggulan IFEZ terletak pada kemudahan jalur transportasi dengan bandar udara dan pelabuhan laut dalam satu kawasan. IFEZ juga mengembangkan konsep ‘smart city’ yang mengintegrasikan kawasan industri sekaligus sebagai kawasan pariwisata, residensial, dan pendidikan untuk menarik investor.

Dalam konsep yang dikembangkan IFEZ, seluruh kawasan dipantau melalui CCTV dan dimonitor dalam satu pusat pengawasan. Pengembangan setiap kawasan ekonomi bebas di Korea Selatan merupakan usulan dan dilakukan

dilakukan oleh masing-masing Pemerintah Daerah di bawah pengawasan Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi Korea Selatan.

“Jika hal yang sama bisa diterapkan di Indonesia melalui sinergisitas yang baik antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat, maka KEK di Indonesia akan semakin maju dan kuat,” kata Olvy.

Sementara itu, Atase Perdagangan Seoul Dwinanto Rumpoko menyampaikan KEK di Indonesia dapat belajar dari pengembangan kawasan ekonomi bebas di Korea Selatan agar dapat menarik lebih banyak investor sehingga dapat mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi di Indonesia. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P