Kemendag Dorong Ekspor Nasional

Tingkatkan Kemampuan Analisis Potensi Pasar Global

Untuk simulasi dan praktik menjalankan analisis potensi pasar, harus dilakukan lewat terjun langsung ke sebuah pameran dagang. FOTO: YOUTUBE.COM

JAKARTA-SUREPLUS: Penggalian informasi pasar dari tangan pertama, yaitu buyers, tenaga ahli, dan sumber-sumber tertutup lainnya di lapangan, sangat dibutuhkan. In termasuk salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan ekspor nasional.

Maka Kementerian Perdagangan (Kemendag) aktif menggeler lokakarya pelatihan kerja penyusunan analisis potensi pasar (market intelligence) untuk atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) wilayah Eropa, Amerika dan Afrika.

Dikutip dari situs kemendag.go.id, pada kegiatan yang diselenggarakan di Den Haag, Belanda, dan Frankfurt, Jerman, pada 26 hingga 29 November 2018, Kemendag bekerja sama dengan Center for the Promotion of Imports from Developing Countries (CBI). CBI merupakan salah satu organisasi di Eropa yang menyediakan informasi analisis potensi pasar dan dapat diakses secara bebas.

Lokakarya pelatihan kerja ini bertujuan mempertajam metode penggalian informasi pasar yang dilakukan para perwakilan perdagangan di luar negeri, selain dari sumber-sumber terbuka seperti pameran. Laporan analisis potensi pasar yang baik merupakan kunci utama pengembangan pasar produk dan jasa. Ini sebagai dasar memilih strategi perdagangan internasional.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Kemendag, Marolop Nainggolan menegaskan, penyediaan informasi yang aktual, akurat, dan tajam mengenai peluang pasar produk dan jasa di negara tujuan ekspor merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai target peningkatan ekspor Indonesia.

Marolop menjelaskan, laporan analisis potensi pasar idealnya berisi informasi mengenai proyeksi tren, inovasi, dan perkembangan struktur pasar dalam beberapa tahun mendatang. Sehingga pelaku usaha Indonesia memiliki gambaran tentang kompetisi yang akan terjadi dan strategi yang perlu dibangun untuk menghadapi situasi tersebut.

Namun, informasi mengenai perkembangan pasar dan berbagai latar belakang terbentuknya sebuah permintaan di pasar tidak serta merta ditemukan secara mudah, tetapi perlu digali dari sumber-sumber yang memiliki kecakapan dan pengetahuan di bidangnya.

Para buyers utama di pasar yang seringkali sulit diketahui dan ditemui, pengamat, tokoh industri, serta akademisi dan tenaga ahli merupakan sumber-sumber informasi yang penting.

Diperlukan keahlian tertentu dalam mengamati situasi dan mengenali narasumber yang tepat sesuai kebutuhan. Oleh karena itulah, peran atase perdagangan dan ITPC menjadi sangat penting menjadi ujung tombak pemasaran Indonesia di pasar global.

“Mereka dapat diibaratkan sebagai ‘antena’ atau ‘radar’ di pasar tujuan ekspor untuk dapat memberikan informasi yang lebih baik dibanding yang tersaji di mesin pencari Google,” lanjut Marolop.

Analisis Potensi Pasar

Tampak penyelenggaraan Health Ingredients Europe and Natural Ingredients 2018 yang berlangsung 27-29 November 2018 di Frankfurt Messe, Jerman. FOTO: YOUTUBE.COM

Untuk simulasi dan praktik uji coba menjalankan analisis potensi pasar lewat sebuah pameran dagang, para atase perdagangan dan ITPC memanfaatkan pameran Health Ingredients Europe and Natural Ingredients 2018 yang berlangsung 27-29 November 2018 di Frankfurt Messe, Jerman.

Mereka menghadiri berbagai seminar dan konferensi, sekaligus membangun jejaring dengan para tenaga ahli, narasumber, serta buyers potensial yang kredibilitasnya tidak perlu dipertanyakan. Mereka juga menggali informasi proyeksi tren ke depan dan menggali tips dan trik menghadapi persaingan di masa depan.

“Pameran dagang internasional merupakan salah satu tempat yang sangat baik untuk menggali informasi pasar yang terbaru dan komprehensif. Kesempatan mengunjungi pameran tidak hanya untuk mengidentifikasi pesaing, pemain utama dan pemain baru, tetapi juga menjadi kesempatan melihat berbagai inovasi yang akan menjadi tren di waktu mendatang,” jelas Marolop.

Sedangkan Pameran Health Ingredients Europe and Natural Ingredients 2018 dipilih karena Indonesia dianggap memiliki peluang besar mendorong ekspor bahan alam ke pasar Eropa yang saat ini permintaannya terus meningkat, khususnya bahan alami untuk makanan penambah stamina (suplemen) dan rumput laut.

Selain mempertajam kemampuan analisis potensi pasar, para atase perdagangan dan ITPC juga dididik agar mampu menyajikan laporan yang mudah dipahami dan diaplikasikan, tidak hanya melalui narasi kata, tetapi juga secara visual melalui penyajian foto dan video.

“Kami berupaya menghindari caracara lama menyajikan laporan dalam bentuk buku tebal, melainkan melalui penyajian foto-foto, infografis dan videografis yang ringkas, padat, dan menarik. Informasi penting apabila disajikan secara menarik dan didistribusikan ke segmen pelaku usaha yang tepat maka akan menjadi alat

pengambilan keputusan dagang yang jitu,” tandas Marolop.

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag dan CBI telah bekerja sama sejak 2013 untuk mendorong ekspor ke pasar Eropa, sehingga pada kesempatan kali ini sekaligus dimanfaatkan Ditjen PEN dan CBI untuk merancang program dan kerja sama selanjutnya di sektor bahan alami dan produk dekorasi rumah. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P