Peternak Cupang Surabaya Bangkit dari ‘Mati Suri’

SURABAYA-SUREPLUS: Berbicara mengenai ikan cupang, pasti yang terlintas dibenak masyarakat adalah ikan aduan. Persepsi ini sudah lama ditepis oleh para pecinta ikan Cupang, dengan makin maraknya penghoby ikan hias yang beralih pindah haluan dengan mengoleksi ikan cupang yang notabenenya memiliki ratusan hingga ribuan warna yang indah.

Budidaya ikan jenis cupang sendiri, diyakini mampu meningkatkan perekonomian. Sebab, untuk memeliharanya ikan cupang ternyata tidak rumit dan memerlukan tempat luas. Menurut Eko Setiyo Budi, salah seorang pakar ikan Cupang Surabaya mengatakan, ikan cupang merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki indonesia. Bahkan, saat ini jenis ikan cupang di Indonesia terus berkembang.

”Keanekaragaman cupang inilah secara alami dengan melakukan kawin silang hingga menghasilkan variasi warna dan jenis-jenis cupang yang indah. Dan disitulah letak keunikan tersendiri dari memelihara dan budidaya ikan cupang,” kata Eko, saat ditemui di Surabaya, Minggu (2/12).

Menurutnya, budidaya ikan cupang bisa dijadikan suatu peluang usaha baru karena pemeliharaannya tidak memerlukan lahan yang luas. ”Cukup dengan toples atau di dalam aquarium saja. Jadi sebenarnya ini potensi bisnis yang sangat menguntungkan. Untuk modalnya saja tidak terlalu mahal-mahal banget,” imbuhnya.

Di Surabaya sendiri untuk memasarkan ikan cupang bisa secara online. Apalagi ditopang dengan tren perubahan jenis cupang terbilang cepat, maka pemasarannya tak terlalu sulit. Sejauh ini, pangsa pasar cupang hampir ada di seluruh dunia. Oleh karena itu, sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati ikan terbaik ke dua setelah Brazil, maka masyarakat Indonesia khususnya di Jawa Timur ini harus bisa memanfaatkan peluang tersebut.

Sementara itu, disinggung mengenai cupang impor, Eko menyebut, Negara Thailand dan Malaysia gencar membombardir cupang di Indonesia, ”Sampai sekarang yang jadi saingan untuk cupang lokal itu adalah cupang dari Thailand dan Malaysia,” terangnya.

Agar tak kalah saing dari dua negara tetangga tersebut, strategi pamasaran ikan cupang harus mulai merambah ke ranah online. Sehingga ketika lahir jenis ikan cupang baru bisa langsung dipasarkan dan dipromosikan melalui online dan sosmed seperti Facebook, Instagram, dan situs jual beli lainnya.

Kendati demikian, animo tinggi masyarakat mulai dari golongan muda hingga tua sangat layak dan patut untuk di apresiasi akan kecintaannya kepada ikan cupang ini, khususnya masyarakat Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang dan beberapa daerah yang ada di provinsi Jawa Timur ini. “Sepertinya tahun 2019 besok ini merupakan tahun kebangkitan breader (peternak) lawas cupang di Surabaya yang telah lama mati suri,” tutupnya.[DONY/DM]

Editor: Dony Maulana