Menkeu Paparkan Tantangan Inklusi Digital bagi Perempuan Indonesia

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengingatkan beberapa tantangan inklusi digital bagi perempuan, sekaligus memaparkan solusinya dalam diskusi panel di Buenos Aires, Argentina. FOTO: KEMENKEU.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Tantangan inklusi digital bagi perempuan Indonesia dipaparkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam diskusi panel ‘The Role of Finance for Women’s Economic Empowerment’ di Buenos Aires, Argentina pada Kamis (29/11/2018) lalu.

Di dalam diskusi panel yang merupakan rangkaian pertemuan tahunan negara-negara anggota G20, Menkeu Sri Mulyani juga memaparkan solusi bagaiamana menangani tantangan inklusi digital bagi perempuan.

“Tantangan itu berasal dari kemampuan literasi digital yang lebih rendah, literasi finansial yang rendah, dan perempuan lebih banyak memasuki sektor informal,” kata Sri Mulyani menanggapi pertanyaan dari Ratu Kerajaan Belanda, Ratu Maxima yang beryindak sebagai moderator.

Seperti dikutip sureplus.id, Senin (03/12/2018) dari situs kemenkeu.go.id, Menkeu Sri Mulyani menambahkan, tantangan lainnya adalah kesenjangan informasi dan infrastruktur teknologi khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdalam) dan kurangnya akses finansial formal.

Maka Pemerintah membangun konektivitas melalui pembangunan infrastruktur, listrik dan menambah satelit untuk akses internet, sebagai prasyarat inklusi digital.

Menanggapi tantangan akses perempuan terhadap sektor finansial formal, Menkeu mengatakan bahwa Pemerintah juga mendorong lembaga keuangan yang dapat mengakomodir mereka terhadap akses keuangan formal.

“Selain itu, Pemerintah membuat kebijakan fiskal dengan menganggarkan program yang impact-nya juga menguntungkan gender wanita dan berbasis data. Kemudian di Kementerian Keuangan, kami mendorong paternity leave dan menambah child care,” lanjut Menkeu Sri Mulyani. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P