Menkeu: Tantangan Pembangunan, Jangan Sampai Munculkan Kesenjangan

Menkeu Sri Mulyani menyatakan, tantangan pembangunan Indonesia ke depan adalah bagaimana program pembangunan tidak menimbulkan kesenjangan. Tampak Menkeu saat menyampaikan paparan. FOTO: KEMENKEU.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, tantangan pembangunan Indonesia ke depan adalah bagaimana agar program pembangunan tidak menimbulkan kesenjangan.

Maka Menkeu menekankan pentingnya peranan Perguruan Tinggi, para mahasiswa, dan para pengajar dalam menerapkan Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat.

“Dalam pembangunan, SDM adalah prioritas, tidak hanya dari anggaran pendidikan, kesehatan, jaminan kesejahteraan masyarakat, tapi juga melalui program seperti Dana Desa,” kata Menkeu Sri Mulyani seperti dikutip Sureplus.id, Rabu (21/11/2018), dari situs kemenkeu.go.id.

Paparan Menkeu tersebut disampaikan pada Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (Sembadha 2018) bertema Peningkatan Peran Perguruan Tinggi dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat melalui Penguatan UMKM Berbasis Ekonomi Kreatif dan Revitalisasi Penyelenggaraan Dana Desa di Aula Gedung G PKN STAN, Tangerang Selatan, Minggu (18/11/2018) lalu.

Menurut Menkeu, pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya sebatas retorika dan mencatat data yang ada di lapangan, tetapi juga membuat desain program. Siapa melakukan apa, monitoring, dibuat sistemnya, dari A sampai Z, merancang secara matang sehingga menjadi program rancangan pembangunan yang nyata.

“Sering kita melakukan ketiga aspek tersebut secara terkotak-kotak. Ketiganya tidak terkoneksi dengan baik. Jadi, saya ingin seluruh Perguruan Tinggi coba selalu menjalankan dan membiasakan melakukan ketiga hal tersebut sekaligus. Sehingga Anda memiliki daya hasil yang jauh lebih baik. Artinya itu bagus bagi rakyat Indonesia,” katanya.

Menkeu juga berpesan pada Perguruan Tinggi untuk terus mengasah kemampuan agar dapat berkontribusi dan menjadi solusi bagi masyarakat. “Jadilah kekuatan yang masuk ke masyarakat secara meaningfull, dengan memberi nilai tambah kemampuan intelektual Anda, dan kultur untuk terus memperbaiki kebijakan dan policy Indonesia. Dan pada akhirnya, Anda bisa menjadi salah satu solusi untuk membuat Indonesia menjadi negara yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur,” pesannya.

Sebagai informasi, pada acara seminar ini juga dihadiri oleh Menteri Desa PDTT, Eko Putro Sandjojo, dan perwakilan mahasiswa dari 30 perguruan tinggi. Sembadha merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh PKN STAN bekerjasama dengan 30 Perguruan Tinggi lainnya, sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P