Menikmati Kelezatan Olahan Ikan di Wisata Air “Baduk”

Sejumlah penggemar ikan air tawar di Kediri dan sekitarnya, memadati sentra penjualan ikan di kawasan Wisata Air “Baduk”, di Kabupaten Nganjuk, Rabu (21/11/2018). FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Masa liburan, kerapkali menjadi momentum paling diminati masyarakat. Seperti pada libur Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, di mana tampak terlihat ratusan wisatawan dari Kediri, Nganjuk, dan sekitarnya, memadati objek wisata air bernama “Baduk”.

Kondisi ini karena area wisata yang dapat dinikmati secara gratis tersebut, memiliki beragam spot foto menarik bagi masyarakat. Khususnya bagi penghobi swafoto, yang tak pernah lepas dari telepon seluler dan tongsis favoritnya.

“Di tempat ini pula, para pengunjung dapat membeli beragam jenis ikan air sungai atau disebut iwak kali. Apalagi, hal ini seiring dengan gencarnya pemerintah menggalakkan program makan ikan,” kata Tukiman, salah satu penjual iwak kali, di Kawasan Wisata Air “Baduk”, Kabupaten Nganjuk, Rabu (21/11).

Dia menyampaikan, pada libur nasional kali ini, penjualan ikannya meningkat 10 persen. Volume penjualan ini lebih besar, jika dibandingkan dengan hari normal yang mencapai 50 kilogram per hari.

Tukiman menambahkan, pada umumnya, jenis ikan yang digemari konsumen adalah ikan Lele, ikan Gabus atau disebut ikan Kutuk, serta Belut. Bahkan kalau beruntung, maka pengunjung juga dapat membeli Udang Kali.

Di samping membeli ikan air tawar, Wati, salah satu pemilik warung olahan ikan air tawar di Baduk, mengaku, di lokasi ini pula, para pengunjung yang enggan memasak di rumah, dapat mencicipi aneka kuliner dengan bahan baku iwak kali, di sejumlah warung makan yang berlokasi di pinggir sungai setempat.

“Biasanya pembeli yang makan di sini, gemar duduk lesehan bersama keluarga besarnya. Kemudian, mereka makan aneka olahan ikan dengan menikmati pemandangan indah di sekitar sungai, sembari melihat sejumlah pencari ikan yang tengah memancing,” katanya.

Untuk menikmati kelezatan makanan ini, setiap pengunjung cukup mengeluarkan uang, dengan dana terjangkau. Misalnya harga paling murah adalah sekitar Rp 10.000 untuk tiap porsi nasi putih hangat, dan Pecel Ikan Lele atau Botok Ikan Lele. Kemudian, yang paling mahal seharga Rp 30.000 untuk per porsi nasi putih dan Pecel Ikan Gabus.

Di samping ada warung makanan olahan ikan, di kawasan tersebut wisatawan bisa menjumpai penjual oleh-oleh khas daerah, baik berupa makanan maupun minuman.[AYU CITRA SR/DM]

Editor: Dony Maulana