Koke Dama, Hadirkan Nuansa Segar nan Hijau Penghias Ruangan

Gaya urban farming dan urban garden Koke Dama hadir dengan membawa nuansa segar sekaligus menghijaukan ruangan. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Di kota besar saat ini telah banyak demand akan desain interior yang unik dan khas. Koke Dama hadir dengan membawa nuansa segar menghijaukan ruangan dan membawa kesegaran akan pandangan dan hawa sejuk. Dengan lumut dan buah kelapa sebagai pot yang ditanami berbagai tumbuhan, produk satu ini merupakan hasil handmade dari perwakilan Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia (IALI).

“Kita mempresentasikan urban farming atau urban garden, jadi lebih pada menyediakan tanaman hijau di lahan sempit, seperti perkotaan dan areal insdustri,” kata Robert, perwakilan dari IALI.

Mengusung tema Art on your plant, Koke Dama hadir sebagai seni tanaman hias dari Jepang. Koke yang berarti lumut dan Dama berarti bola merupakan salah satu inspirasi produk tersebut. Lumut tersebut berwarna hitam, berasal dari tanaman paku yang sudah mati di tengah hutan, dan dijadikan bola untuk tanaman di Koke Dama. Selain lumut, sabut kelapa juga merupakan inovasi terbaru produk tersebut.

Dengan diameter selebar 10 cm hingga 15 cm, Koke Dama ini dapat menghiasi indra mata dengan hijaunya tanaman dan berbagai macam pot berbentuk bola. Desain interior ruangan satu ini memiliki keunikan tersendiri. Tanaman ini dapat digantungkan dengan rajutan tali, ditempatkan di meja berbagai ukuran, bahkan diletakkan pada tembok.

Untuk hiasan tanaman tersebut dapat dilakukan dengan tali rafia berwarna, tali pramuka, dan bahkan karet gelang untuk kesan tertentu. “Memang konsep kita adalah tanaman dalam rumah, yang bisa diletakkan dalam rumah maupun teras, tanpa perlu sinar matahari,” ujar Robert.

Tanpa menggunakan mesin apa pun, produk ini murni merupakan kerajinan tangan. Uniknya lagi, pengonsepan seperti hanging garden room yakni taman gantung dalam ruangan, ataupun vertical garden dapat dilakukan tanpa mengeluarkan dana besar. Koke Dama sendiri adalah tanaman yang jarang orang Indonesia mengetahui.

“Dengan adanya Koke Dama ini, kita tidak hanya menjual, tetapi kita sekaligus memberikan pelatihan dan sosialisasi pada masyarakat,” ujar Lily, owner produk Koke Dama.

Ia berdalih telah menghadirkan Koke Dama dalam pameran di beberapa kota, termasuk Surabaya agar masyarakat dapat mencintai kembali tanaman. Lily mengatakan, produk ini adalah bentuk perlawanan terhadap stigma masyarakat, bahwa menanam tumbuhan hanya bisa dilakukan di desa. Padahal, lahan sempit dan space kosong rumah perkotaan pun dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Tidak sedikit dari kalangan pembeli yang mengungkapkan rasa kagum mereka akan produk handmade ini. “Cantik sekali kalau semisal ditaruh di rumah saya, soalnya di rumah pemandangannya gak ada hijaunya sama sekali,” ujar Mastika Suarsini, ibu rumah tangga asal kediri.

Selain Mastika, beberapa pemilik perusahaan dan toko dari berbagai kota juga mengucapkan apresiasinya. “Kantor saya mungkin butuh beberapa tanaman. Selain untuk cuci mata, tanaman kan juga menghasilkan oksigen dan udara sejuk,” tutur salah satu pemilik toko di Kediri, Usman Wardana. (DEWID WIRATAMA/AZT)

Editor: Aziz Tri P