Tjantik Motor Unjuk Gigi dengan Mengusung Produk Motor Antik

Motor antik SC 70 keluaran tahun 1973 yang dipamerkan di acara IIMS Rabu (7/11/2018) oleh Workshop Tjantik Motor berlokasi di Grand City Convex. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Pameran Indonesia Internasional Motor Show yang digelar hall atrium Grand City menuai nuansa clasic yang sangat memanjakan mata. Dengan menghadirkan puluhan varian macam dan jenis karya motor original maupun custom dipamerkan di Mall yang terletak dipusat kota Surabaya tersebut.

Salah seorang peserta pameran, Muhammas Rosyid dari workshop Tjantik Motor ikut meramaikan pameran tersebut dengan membawa produk antik terbaru, yakni Honda C 105 dan SC 70. “Saya pilihnya dua motor ini karena memang keduanya rare pads saat ini,” ungkap Rosyid saat dijumpai Sureplus.id dilokasi pameran, Rabu (7/11).

Seperti diketahui, motor dengan jenis C 105 ini merupakan produk yang digemari pada tahun 1962 di Indonesia, sedangkan untuk SC 70 populer pada tahun 1973. Ia berdalih Tjantik Motor mengeluarka  dua motor antik ini lantaran supaya reputasi klasik dari kedua motor lawas ini tetap dikenal masyarakat.

“Saya memang spesalis orisinil, jadi sebisa mungkin agar motor yang ada disini sesuai dengan keluaran pabriknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Rosyid juga mengakui bahwa ini merupakan kali pertama Tjantik Motor mengkuti pameran Indonesia Internasional Motor Show, dan belum mengikuti kompetisi customize motor dalam ajang ini.

Dari motor yang dipajang di booth tersebut terlihat kedua motor berwarna merah dan biru yang berdiri dan terlihat kinclong layaknya motor keluaran terbaru pada masanya. Selain pameran, IIMS juga akan menghadirkan beberapa acara menarik seperti entertaiment dan education.

Di samping melibatkan komunitas dan vlogger/lokal, IIMS juga mengadakan supporting event seperti fun rally, coffee and riding, workshop, program CSR (kunjungan dari sekolah), serta penampilan dari female DJ, band lokal dan band nasional Padi Reborn akan turut meramaikan malam puncak pameran ini.[Dewid Wiratama/DM]

Editor: Dony Maulana