Ahmad Arif, Penggerak Semangat Usaha Sablon Khas Dolly

Ahmad Arif (Kanan) dibantu dengan asistennya sedang membuat cetakan sablon di rumah produksinya beralamatkan di Putat Jaya, Selasa (6/11/2018). FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Percetakan sablon saat ini bukan menjadi sebuah hobby, melainkan sebuah kebutuhan bagi seseorang maupun kelompok masyarakat. Banyak karya dari usaha sablon di Surabaya yang saling bersaing kualitas dan telah dikenal banyak orang. Salah satunya usaha cetak sablon milik Ahmad Arif, pengusaha sablon satu-satunya yang berada di Dolly, tepatnya di daerah Putat Jaya.

Suasana kental pengolahan kain sangat terasa ketika reporter Sureplus.id berkunjung pada hari Selasa (6/11). Pria yang akrab disapa dengan sebutan Arif ini mengisahkan dulu ketika ada wacana penutupan lokalisasi, ia harus memutar otak untuk segera membuka usaha demi melangsungkan hidupnya. “Saya sudah menekuni ini sekitar lima atau enam tahun yang lalu. Jadi sebelum penutupan lokalisasi, usaha saya sudah ada tapi kembang kempis. Dulu saya kerja sebagai juru parkir di gang 8 B,” ungkap Arif, Selasa (6/11).

Awal usaha yang ia bangun pun harus merangkak dari bawah, lantaran pada saat itu ia tidak seberapa mengenal tentang dunia sablon. Ia harus belajar pada teman-teman dan kenalannya demi mendapatkan ilmu. Pernah sekali dia bersama dengan temannya bekerja sama untuk membuatkan pesanan sablon, namun ia tidak mendapatkan hasil sesuai dengan perjanjian. Tapi ia bersyukur, dari sanalah ia mempunyai pengetahuan dan pengalaman cetak sablon.

“Saya juga cari referensi murni dari buku, soalnya kan waktu itu Youtube tidak se-tenar sekarang ini. Dan cari orang yang mau ngajarin pun susahnya minta ampun,” ucapnya.

Ia mengungkapkan bahwa usaha sablon yag dia lakoni ini adalah sebagai pelengkap, karena ibunya juga sudah lama bekerja sebagai penjahit. Hal itulah yang lantas menjadi penyulut semangat Arif untuk menyelami dan menekuni cetak sablon demi memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Disisi lain, Arif mengakui jika proses pembuatan sablonnya pun tidak jauh berbeda dengan yang lain.

Dengan menjadikan bahan dasar kapas yang diolah menjadi kain, Arif bersama empat orang pekerja lepas yang siap membantu pesanan dalam jumlah sedikit maupun banyak. Bedanya dalam pemesanan, pria kelahiran Juli 1975 ini mau untuk menerima pesanan dalam jumlah yang sedikit. Ia berdalih membutuhkan orang-orang yang memiliki kesabaran dan ketekunan tinggi, karena tidak banyak orang mau mengerjakan pesanan volume yang sedikit.

Dalam pemesanan, Arif mempunyai customer yang tetap dan tidak. Pelanggan tetapnya ia katakan yakni sebanyak enam sekolah di Surabaya, dan juga beberapa sekolah di pulau Kalimantan. “Tapi kita ramai pesanan itu selalu waktu masuk tahun ajaran baru. Kisaran dari pesanannya itu mencapai 500 hingga 1000 pcs.” Ujar Arif saat ditemui reporter Sureplus.id.

Proses penyablonan yang dilaksanakan di rumah produksi utama milik Arif, Selasa (6/11/2018). FOTO: DEWID WIRATAMA

Untuk baju dengan dua warna, ia mematok harga sekitar Rp.60.000,- hingga Rp.65.000,- per pcs. Jika pesanan satu warna ia pasang seharga Rp.50.000,- hingga Rp. 55.000,- per pcs. Arif mengutarakan harga mayoritas menyesuaikan dengan permintaan pelanggan. Dari pesanan besar tersebut ia bisa meraup penghasilan sekitar 30 juta rupiah bahkan lebih. Produk kaosnya ini bahkan pernah di pesan oleh orang dari negara Brunei Darussalam yang dikenalkan oleh agen TKI pada waktu pameran di Grand City.

“Pengerjaan sablon ini tidak terkonsentrasi di rumah ini. Pekerja lepas saya juga bisa mengerjakan diluar. Tidak mungkin juga pesanan 500 pcs lebih selesai dalam sehari kalau saya kerjakan disini. Jadi saya sebar pada mereka pasti selesai,” tambahnya.

Pria tangguh ini dibantu oleh rekannya sesama pebisnis dalam berjualan online. Ia berdalih masih belum sanggup mendirikan website sendiri lantaran masih mengutamakan pemesanan dari sekolah, dan dirinya pun juga jarang ada waktu untuk memegang gadget. Ia mengkaui sistem penjualannya masih dari mulut ke mulut hingga saat ini. “Kalau kita mau dan ada niatan kuat, pasti ya ada jalannya. Kalau gak gerak-gerak kan ya sama saja bohong mas,” tutupnya sembari tertawa kecil.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana