Menkeu: Pembangunan SDM Jadi Kunci Perangi Kemiskinan

Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat memberikan Kuliah Umum di Australian National University, pada Senin (05/11/2018) pagi waktu setempat. FOTO: INSTAGRAM/SMINDRAWATI

JAKARTA-SUREPLUS: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci utama untuk memerangi kemiskinan dan mengurangi kesenjangan sosial.

“Berbagai riset telah menunjukkan, kualitas SDM menjadi kunci pendorong perekonomian dunia,” kata Menkeu Sri Mulyani saat memberikan Kuliah Umum di Australian National University, Senin (05/11/2018), seperti dikutip dari situs kemenkeu.go.id.

Menkeu menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), fundamental perekonomian Indonesia saat ini dalam kondisi kuat. Perkembangan pertumbuhan PDB Indonesia rata-rata 5.28 persen dari tahun 2000 hingga 2018.

“Dengan investasi pada human capital, termasuk dalam bidang pendidikan, maka akan meningkatkan produktivitas dan efisiensi tenaga kerja,” lanjut Menkeu sebagaimana dikutip dari unggahan pada akun instagramnya.

Namun, Menkeu juga menggarisbawahi walaupun ekonomi Indonesia dalam keadaan kuat, kualitas SDM Indonesia masih belum menggembirakan, ini tergambar dari Human Capital Index (HCI) Indonesia yang diukur oleh Bank Dunia, dengan skor 0,53 dari skala 0 sampai 1.

Di era digital, Indonesia memiliki potensi tinggi untuk berkembang, yang dilihat dari perkembangan perusahaan Financial Technology (fintech), transaksi fintech dan pembayaran digital serta pengembangan e-commerce. Semua orang bisa membuat usaha sepanjang terkoneksi dengan internet.

Menkeu juga menegaskan, digitalisasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah mengembangkan strategi untuk menghadapi perubahan teknologi.

Menkeu Sri Mulyani menegaskan, berbagai riset menunjukkan, kualitas SDM menjadi kunci pendorong perekonomian dunia. FOTO: INSTAGRAM/SMINDRAWATI

“Disrupsi teknologi sangat mudah bila dibentangkan dalam data dan angka, namun sulit apabila membahasnya dari sisi kemanusiaan. Terutama apabila bicara mengenai berbagai jenis pekerjaan yang akan muncul maupun menghilang di masa yang akan datang,” papar Menkeu Sri Mulyani.

Menurutnya, dibutuhkan kebijakan yang sesuai dengan perkembangan zaman yang sangat cepat dan dapat merespon perkembagan teknologi. “Contohnya, bagaimana membuat kebijakan berkelanjutan tentang pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat. Dari lahir, tumbuh dewasa sampai usia lanjut,” katanya.

Menkeu juga menyampaikan fokus utama dalam merumuskan kebijakan fiskal yang diharapkan dapat memberikan dampak optimal dalam pembangunan SDM. “Fokus utama saat ini adalah bagaimana kita dapat menjalankan kebijakan serta juga berkoordinasi dalam melaksanakannya. Terutama koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, karena saat ini transfer ke daerah sudah sangat besar,” kata Sri Mulyani. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P