UKM Mampu Jaya, Berdayakan Warga lewat Usaha Alas Kaki

Suasana kerja di UKM Mampu Jaya, Sabtu (03/11/2018). Proses pembuatan sandal dan sepatu ini berlangsung dari jam 08.00 pagi hingga pukul 16.00 sore. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Dolly yang merupakan eks-lokalisasi saat ini memunculkan sejumlah usaha kecil dan ide-ide kreatif dari warga setempat. UKM Mampu Jaya contohnya. Usaha tersebut dijalankan beberapa warga asli Dolly di tempat yang dulunya dikenal dengan wisma Barbara. Para karyawan menjahit sandal, merangkai sepatu dan menata untuk siap dikirim.

Menurut Koordinator UKM Mampu Jaya, Atik Triningsih, memang pernah ada penurunan taraf ekonomi warga di daerah tersebut, setelah penutupan Dolly. Namun dalam jangka dua tahun kemudian, taraf perekonomian warga sudah berangsur membaik lantaran banyaknya usaha kecil yang telah berdiri, khususnya di Putat Jaya.

“Dulu setelah penutupan, kita dikumpulkan oleh pemerintah kota melalui kelurahan. Bagi warga terdampak, mengikuti pelatihan pembuatan alas kaki di Tanggulangin. Sebulan setelah itu kita dimasukkan di sini,” kata Atik pada Sureplus.id, Sabtu (03/11/2018).

Atik dan teman-temannya memilih untuk membuat usaha alas kaki yang sudah disediakan oleh Pemkot Surabaya, lantaran telah berbekal ilmu dari pelatihan di Tanggulangin. Awalnya, alas kaki berupa sandal dan sepatu ini hanya dikirimkan ke pabrik lantaran bahan utama yang digunakan semua dari pabrik.

Namun di tahun 2015, Atik memutuskan untuk ikut memproduksi sepatu jadi, dengan nama yang diusung yakni PJ Collection.“Setelah pelantikan Bu Risma tahun 2016, PJ Collection semakin dikenal karena Bu Risma juga sering pesan di sini. Selain itu, banyak dari jajaran Pemerintah Kota Surabaya juga pesan. Karena itu kita jaga kualitas, jangan sampai kalah dengan merk lain,” ujar Atik. Produk umum sepatu dan sandal berbahan kulit yang diproduksi ini sudah menjangkau hingga Sorong, Papua.

Sandal Khusus Hotel

Slipper atau sandal khusus hotel produksi UKM Mampu Jaya yang siap dikirim ke 32 hotel di Surabaya. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

Pada tahun 2017 lalu, Mampu Jaya mengembangkan produk baru, yakni sandal khusus untuk hotel atau biasa disebut slipper hotel, dan telah didistribusikan ke 32 hotel di Surabaya. Meskipun belum sampai ke ranah internasional, para turis yang berkunjung ke Surabaya juga sering membeli produk mereka. Seperti saat kunjungan rombongan Kedubes Swiss untuk Indonesia beberapa waktu lalu.

Dalam sehari, Atik dan pegawai UKM Mampu Jaya mempu menghasilkan sebanyak 200 pasang alas kaki untuk dikirimkan ke pabrik. Sedangkan untuk slipper hotel, Mampu Jaya dapat menghasilkan 2.000 pasang tiap harinya. “Dalam tiga tahun terakhir ini, banyak pesanan juga dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Paskibra,” kata Atik.

Harga dari produk alas kaki ini ada beberapa macam. Untuk sandal dan sepatu pria, harga berkisar Rp 200.000 hingga Rp 300.000. Dan khusus wanita, harga dipatok Rp 100.000 hingga Rp 150.000. Untuk slipper hotel, ia patok seharga Rp 1.800 per pasang.

Di tahun 2018 ini karyawan UKM Mampu Jaya seluruhnya berjumlah 18 orang. Angka ini merupakan penurunan dibanding awalnya yang berjumlah 30 orang. Hal ini dilatari banyak dari mereka yang mendirikan usaha yang sama di lain tempat maupun mendirikan usaha lainnya.

Jika pada tahun 2015 penghasilan yang didapat sekitar Rp 5 juta hingga Rp 7 juta perbulan, UKM Mampu Jaya saat ini mampu menghasilkan rata-rata Rp 50 juta perbulan. “Kalau kita bikin grafik, sudah naik lumayan pesat karena penunjangnya ya itu tadi, pembuatan slipper atau sandal hotel” ujarnya.

Atik menceritakan Mampu Jaya sangat sering dikunjungi oleh mahasiswa dari berbagai kampus. Ada yang belajar produksi untuk membangun branding sendiri, hingga mengerjakan tugas akhir.

Sedangkan produknya kini sudah dipajang di sembilan titik khusus pameran UKM di Kota pahlawan. Hal ini menurutnya merupakan penjualan secara offline yang paling efektif. Selain itu, ia juga memasarkan produk lewat online seperti Tokopedia dan Shopee.

Dalam menghasilkan produk, Atik mengaku masih belum dapat mengembangkan inovasi baru, lantaran SDM yang terbatas, waktu pengerjaan juga harus cepat dan teliti demi menjaga kualitas alas kaki UKM Mampu Jaya.

Beberapa dari pelanggan menyatakan rasa senang mereka saat memakai produk buatan UKM Mampu Jaya. “Saya pernah dibelikan orang tua saya sandal, katanya beli dari Mampu Jaya. Enak banget pas dipakai, nyaman juga,” ungkap Virdi Serdia Tambunan, salah seorang pemakai produk UKM Mampu Jaya. (DEWID WIRATAMA/AZT)

Editor: Aziz Tri P