Bali Fintech Agenda Merespon Perkembangan Teknologi Dunia

[caption id="attachment_11650" align="aligncenter" width="800"] Perkembangan teknologi bukan sebagai ancaman, tapi kesempatan untuk lebih berkembang lagi. Hal itu dikatakan Menkeu Sri Mulyani di acara Bali Fintech Agenda. FOTO: KEMENKEU.GO.ID[/caption]

NUSA DUA-SUREPLUS: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengemukakan, 12 elemen yang dikeluarkan dalam Bali Fintech Agenda merupakan jawaban IMF-WBG atas pertanyaan yang muncul mengenai respon terhadap perkembangan teknologi yang terjadi sangat cepat.

“Dengan adanya Bali Fintech Agenda, maka setidaknya negara-negara yang hadir mendapat gambaran mengenai kerangka kebijakan. Sehingga mereka dapat lebih siap dan optimis melihat perubahan teknologi. Bukan sebagai ancaman tapi kesempatan untuk lebih berkembang lagi,” kata Menkeu Sri Mulyani yang berbicara sebagai panelis pada Bali Fintech Agenda.

Hal itu diungkapkan Sri Mulyani di Mangupura Room BICC, Kamis (11/10/2018) dalam rangkaian kegiatan IMF-WBG Annual Meetings 2018, seperti dikutip dari situs kemenkeu.go.id, Jumat (12/10/2018).

Menurut Sri Mulyani, Indonesia pun masih berjuang untuk menyamakan level playing field di antara pengusaha. Maka dengan Bali Fintech ini akan memberikan sebuah kerangka pemahaman baru bagi pemerintah, untuk bisa merespon dengan tepat untuk semua perubahan yang sedang terjadi.

“Peran saya sendiri mengajak diskusi para pengusaha ini untuk mendapatkan gambaran kebijakan yang sesuai dengan mereka. Namun di saat yang bersamaan saya juga harus memberi signal kepada para pengusaha, agar model bisnis lama untuk segera melakukan perubahan,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim pun menegaskan bahwa Bank Dunia ingin memastikan bahwa semua orang dapat menikmati kemajuan teknologi. Membiarkan orang-orang berinovasi sehingga teknologi mampu menciptakan sebuah lompatan yang dapat menghilangkan hal-hal buruk,  seperti terjadinya korupsi.

“Target kita untuk mendapatkan sistem keuangan yang inklusif tidak akan tercapai apabila tidak ada pembahasan yang mendalam mengenai teknologi,” kata Jim Yong Kim. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P

Posting Komentar

0 Komentar