Kecantikan Coklat Milik Gadis Muda Pengusaha Pathi’s Chocolate Raup Untung Belasan Juta

Fatiya Multazam bersama produknya, Pathi’s Chocolate buatan rumah di Dolly Saiki Point, Senin (29/10/2018). FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Di era teknologi digital ini, banyak pengusaha muda yang lahir dan berkembang di kota yang dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan. Dibekali kekreatifitasan dan ide-ide unik serta ‘out of the box’, mereka mampu meraup keuntungan yang signifikan.

Salah seorang pengusaha muda yang tengah naik daun yakni, Fatiya Multazam. Gadis berusia 21 tahun ini merupakan salah satu pengusaha di kawasan eks lokalisasi (doly). Gadis yang akrab disapa Fatiya ini memilih untuk memproduksi aneka macam cokelat dengan nama usahanya yaitu ‘Pathi’s Chocolate’.

“Saya sebenarnya masih kuliah di Akademi Kuliner, masih semester lima juga dan mau magang. Soalnya dulu waktu selesai SMA bingung mau milih universitas apa. Daripada kita kuliah tapi gak suka sama jurusannya, yaudah mending pilih apa yang disuka, karena juga udah lama sih suka masak,” ujar Fatiya kepada Sureplus.id, Rabu (31/10).

Pathi’s Chocolate ini ia lakoni sejak 21 Oktober 2017 lalu. Ide tersebut muncul untuk pertama kali dari hobi-nya memantau produk-produk di Instagram, khususnya soal makanan dan minuman. Fatiya juga mengungkapkan, bahwa sebelumnya ia pernah berjualan kue disekitar rumahnya, dan pelangganya merupakan teman-teman sendiri yang notabenenya tinggal dikawasan Jabodetabek.

“Mereka minta dikirim kesana, tapi karena kue basah ya cepat rusak juga apalagi kalau diantarkan dengan jarak jauh. Dari sana akhirnya aku coba mencari ide gimana bikin produk yang bisa diproduksi dalam jumlah banyak, dan tahan lama, dan mudah dikirim kemana-mana,” ungkap gadis berkerudung itu.

Seperti diketahui, saat ini ia telah memproduksi hingga enam macam produk Pathi’s Chocolate. Selain ada pilihan rasa, coklat ini memiliki harga yang berbeda pula. Untuk yang original seperti Dark Chocolate sama Milk Chocolate, ia mematok harga Rp.25.000,-. Selain itu, rasa Green Tea, Strawberry, dan Vanilla ia pasang harga Rp.28.000,- per toples Khusus untuk yang rasa Oreo ia khususkan seharga Rp.30.000,- lantaran oreo yang dipakai memang berkualitas, bukan yang abal-abal.

“Kalau ditambah dengan Marshmellow, semuanya tinggal ditambah tiga ribu. Jadi misalnya kalau yang Dark Choco biasa kan harganya Rp 25 ribu, kalau yang pakai Marshmellow jadi Rp 28 ribu,” kata Fatiya.

Bahan baku utama dari jajanan coklat ini merupakan rice crispy dan racikan coklat ala rumahan. Ia menyusun coklat dan rice crispy tersebut dalam toples kecil dengan volume 250mm dan netto 100gr. Untuk yang Dark Chocolate ia susun rice crispy coklat untuk yang paling dasar, disusul dengan rice crispy putih dan kemudian ia tuangkan lumeran coklatnya pada bagian atas. Untuk pemesanan Marshmellow, cukup dengan mengganti rice crispy coklat dengan Marshmellow dengan posisi yang sama.

Hingga saat ini, omzet yang ia peroleh bisa mencapai belasan juta. Ia berdalih hal tersebut karena penjualan onlinenya yang banyak dilirik oleh pembeli. Ia memasangkan iklan di Tokopedia, Blanja.com, Shopee.co.id, dan tentunya di di media sosial. Selain via online, penjualan offline ia jalankan dengan menitipkan coklatnya pada beberapa toko dan rumah makan. “Kalau produksi, saya dibantu oleh satu pegawai yang memang produktif. Kita emang nyari tenaga kerja yang benar-benar cakap gitu,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sehari Fatiya mampu memproduksi tiga puluh coklat olahan ini. Ia juga mengakui jika pembuatan coklat kali ini relatif lebih mudah, lantaran ia telah memiliki pengalaman membuat kue basah yang tingkat kerumitannya jauh lebih tinggi dibanding olahan cokelat ini, serta dijual dengan harga yang terkadang tidak sesuai dengan tenaga yang ia keluarkan.

Aneka rasa Pathi’s Chocolate yang tersusun menggunung mulai dari rasa vanila hingga dark chocolate di Dolly Saiki Point, Senin (29/10/2018). FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

Namun begitu, dalam penjualan produk Pathi’s Chocolate ini, ia mengaku telah menjangkau pangsa pasar hingga luar pulau Jawa, seperti di Aceh, Makassar, Padang, Bengkulu, dan Tanjung Pinang. ”Bahkan kalau kirim ke Aceh, ongkirnya bisa sampai 50 ribu, tapi orangnya masih tetap mau beli,” ungkapnya saat ditemui reporter Sureplus.id.

Inovasi baru dari produk yang akan ia kembangkan adalah coklat yang diolah dalam kemasan yang lebih kecil. Ia mengaku bahwa memang pembeli dari produknya ini rata-rata kalangan menengah keatas. Jadi ia ingin memberikan kesempatan pada kelas menengah kebawah untuk mencoba coklat buatannya ini dengan ukuran yang lebih kecil serta harga yang tentu saja lebih murah.

Selain itu, produk baru yang ia rencanakan berupa Diet Chocolate, berupa batangan coklat yang berisi kacang khusus untuk orang orang yang sedang diet. “Kita juga menyediakan Gift Box Pathi’s Chocolate khusus untuk acara seperti ulang tahun, atau oleh-oleh, serta lebaran. Tapi ada juga orang yang beli bukan untuk kado, ataupun acara, mereka beli karena boxnya lucu,” tutupnya.[DEWID WIRATAMA/DM]

Editor: Dony Maulana