Risma: Bermunculan Usaha Kreatif Baru, Daya Beli Masyarakat Meningkat

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini saat memberikan sambutan pada pembukaan acara Investival (Investasi Festival) 2018 di Grand City, Jumat (26/10/2018). FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Saat pembukaan acara Investival 2018 di Mall Grand City, Surabaya, Jumat (26/10/2018), Walikota Surabaya Tri Rismaharini menceritakan sekelebat kisah usaha kecil maupun besar warga Surabaya, yang dinilainya kian meningkat dari tahun ke tahun.

Investival (Investment Festival) 2018 digelar oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Surabaya, selama tiga hari di Grand City Surabaya. Mulai Jumat 26 Oktober 2018 sampai Minggu 28 Oktober 2018.

Acara ini diharapkan mampu menjaring dan menambah jumlah investor baru. Juga ditargetkan menyedot perhatian banyak pengunjung, sehingga semakin banyak warga masyarakat yang mengerti tentang investasi dan pasar modal.

“Pada tahun 2010, kurang lebih 34 persen daya beli masyarakat Surabaya rendah, 54 persen daya beli sedang, dan yang 13 persen daya belinya tinggi. Tapi di tahun 2016, data menunjukkan daya beli yang rendah hanya 8 persen,” ujar Risma saat pidato.

Ia menambahkan, daya beli tinggi yang tadinya di angka 13 persen di tahun 2010, meningkat menjadi 41 persen. Menurutnya hal ini sangat efektif dan terbukti kuat, meski nilai dolar naik, Surabaya masih mampu bersaing.

“Seperti yang bapak ibu tahu, dulu gerai di mall ini banyak yang tutup, sekarang sudah banyak yang buka. Padahal kalau saya lihat di Jakarta banyak gerai yang tutup di beberapa mall,” ungkapnya.

Risma juga menceritakan, Surabaya dulu pada hari Sabtu dan Minggu terlihat sepi. Padahal ia telah berupaya membersihkan kota serta membangun taman. “Namun sekarang, Sabtu dan Minggu malah macet lantaran munculnya usaha-usaha kreatif baru dan meningkatnya daya beli dari masyarakat,” katanya.

Maka untuk saat ini Usaha Kecil Menengah diwajibkan untuk membayar pajak, Risma berdalih lantaran ketika lima tahun lalu omset mereka rata-rata hanya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Sekarang bahkan ada yang peningkatan omsetnya mencapai Rp 1,6 miliar.

“Memang di Surabaya ini banyak orang kaya baru. Contohnya usaha makanan semanggi, dulu paling besar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu sehari. Tapi saat ini bahkan mereka sudah ada yang bisa mencapai omset Rp 3 juta per hari. Jadi sebenarnya orang Surabaya itu kaya-kaya, tapi macak melarat terus,” kata Risma disambut tawa para audience.

PT BEI berharap, acara Investival 2018 ini dapat menambah jumlah investor atau Single Investor Identification (SID) sebanyak 500 SID. Event diikuti puluhan perusahaan securitas yang diharapkan akan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk berinvestasi. Ini agar masyarakat tahu bahwa untuk investasi di Pasar Modal itu gampang, tidak sesulit yang dibayangkan.

Aneka ragam acara menarik juga digelar di Investival 2018. Di antaranya financial talkshow, fashion runway, hijab class, health class, dan beauty class. Untuk menambah daya tarik, acara ini juga disertai berbagai lomba berhadiah jutaan rupiah. (DEWID WIRATAMA/AZT)

Editor: Aziz Tri P