Andrianti: Butuh Kerja Keras Menjaga Eksistensi Jajanan Samijali

RR Laksono Andrianti, Koordinator utama UKM Jarak-Dolly dengan produk khas jajanan Samiler Jarak-Dolly (Samijali) di Dolly Saiki Point. FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Sejak mulai diproduksi pada tahun 2015 lalu, jajanan khas Samiler Jarak-Dolly atau biasa disingkat Samijali, ternyata tetap laris manis diminati konsumen. Bahkan bisa dibilang bisnis jajanan sederhana tersebut kian berkembang dari waktu ke waktu.

Di balik semua kisah sukses tersebut, tentu ada sosok pekerja keras yang terus berupaya mempertahankan eksistensi jajanan khas Surabaya ini. RR Laksono Andrianti, koordinator utama UKM Jarak Dolly ini, kerap dinilai sebagai sosok di balik sukses tersebut. Ia senantiasa memproduksi, merawat, sekaligus menjaga kualitas produk Samijali.

“Peningkatan di tahun 2018 ini lumayan besar. Ini juga karena bantuan dari komunitas yang tergabung dengan GMH atau Gerakan Melukis Harapan (bukan UGM seperti yang ditulis Sureplus.id sebelumnya-red). Komunitas GMH kerap berkunjung ke tempat produksi, juga kadang langsung ke Dolly Saiki Point. Selain itu, saya juga ikut memasarkan lewat aplikasi grup WhatsApp,” kata Andrianti ketika ditemui Sureplus.id di DS Point.

Andrianti yang merupakan saudara kandung dari RR Dwi Prihatin Yuliastuti, produsen kerupuk olahan rumah tersebut, dalam menjalankan perannya sebagai koordinator utama, tak pelak harus kesana kemari untuk mengurus produksi yang terkadang dilakukan seorang diri.

“Alhamdulillah, Samijali bisa mencapai hampir seluruh Pulau Jawa dan bahkan sampai Jayapura. Dan juga omset yang kita raih per bulannya rata-rata Rp 7 juta dan bahkan bisa lebih jika ada order tambahan,” kata RR Laksono Andrianti.

Samijali memiliki rasa yang bermacam dan ukuran yang masih sama. Pilihan rasanya meliputi keju, balado, original, sapi panggang dan sebagainya. Ukuran ia buat menjadi tiga, yakni ukuran silver dengan harga Rp.15.000, ukuran medium Rp 12.000 dan small seharga Rp 10.000.

Ia juga kerap kali ikut memproduksi bersama karyawannya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya juga perlu mengawasi jalannya produksi agar tidak terjadi kesalahan. Dalam berbisnis, ia selalu mengantisipasi orderan mendadak dengan cara menyiapkan stok sebanyak 10 pieces untuk setiap ukuran dan rasa.

Memang, yang namanya usaha tidak selalu berjalan mulus. Saat ini Andrianti harus menghadapi problematika, karena tidak sedikit dari customer yang pembayarannya masih belum selesai hingga saat ini.

Selain itu, rumah produksi akan pindah di Dolly Saiki Point, agar mahasiswa yang berkunjung dalam jumlah besar ke tempat produksi tidak memenuhi gang. Selain itu mahasiswa pengunjung juga bisa langsung menyaksikan produksi Samjali, sekaligus melihat koleksi yang ada di DS Point.

“Namanya usaha juga ya pasti ada pasang surutnya, apalagi usaha makanan. Tapi saya legowo, toh ya buktinya Samiler Jarak-Dolly juga masih ramai diminati sampai sekarang,” katanya. (DEWID WIRATAMA/AZT)

Editor: Aziz Tri P