Andrianti Berupaya Terus Mengembangkan Eksistensi Usaha Samijali

Koordinator utama UKM Jarak-Dolly. RR Laksono Andrianti dengan produk khas Samiler Jarak-Dolly (Samijali) di Dolly Saiki Point, Rabu (24/10/2018). FOTO: SUREPLUS/DEWID WIRATAMA

SURABAYA-SUREPLUS: Jajanan khas Samiler Jarak-Dolly atau yang biasa disingkat Samijali, masih memiliki eksistensi tinggi sejak mulai diproduksi pada tahun 2015 lalu. Tentunya di balik semua kisah sukses jajanan tersebut ada sosok pekerja keras yang terus mempertahankan eksistensi makanan khas Surabaya ini.

Sosok tersebut RR Laksono Andrianti, wanita yang merupakan koordinator utama UKM Jarak Dolly. Ia senantiasa memproduksi, merawat, sekaligus menjaga kualitas produk Samijali.

“Peningkatan di tahun 2018 ini lumayan besar. Ini juga karena bantuan dari mahasiswa UGM yang sering berkunjung ke tempat produksi, juga kadang langsung ke Dolly Saiki Point. Selain itu, saya juga ikut memasarkan lewat aplikasi grup WhatsApp,” ujarnya ketika ditemui Sureplus.id di DS Point, Rabu (24/10/2018).

Ibu dua anak ini merupakan saudara kandung dari RR Dwi Prihatin Yuliastuti, produsen kerupuk olahan rumah tersebut. Dalam menjalankan perannya sebagai koordinator utama, tak pelak ia harus kesana kemari untuk mengurus produksi yang terkadang dilakukan seorang diri.

“Alhamdulillah, Samijali bisa mencapai hampir seluruh Pulau Jawa dan bahkan sampai Jayapura. Dan juga omset yang kita raih per bulannya rata-rata Rp 7 juta dan bahkan bisa lebih jika ada order tambahan,” kata RR Laksono Andrianti.

Samijali memiliki rasa yang bermacam dan ukuran yang masih sama. Pilihan rasanya meliputi keju, balado, original, sapi panggang dan sebagainya. Ukuran ia buat menjadi tiga, yakni ukuran silver dengan harga Rp.15.000, ukuran medium Rp 12.000 dan small seharga Rp 10.000.

Dirinya juga kerap kali ikut memproduksi bersama karyawannya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya juga perlu mengawasi jalannya produksi agar tidak terjadi kesalahan. Dalam berbisnis, ia selalu mengantisipasi orderan mendadak dengan cara menyiapkan stok sebanyak 10 pieces untuk setiap ukuran dan rasa.

Tidak selalu berjalan mulus, saat ini Andri harus menghadapi problematika pada pembeli. Tidak sedikit dari customer yang pembayarannya masih belum selesai hingga saat ini.

Selain itu, rumah produksi akan pindah di Dolly Saiki Point, agar mahasiswa yang berkunjung dalam jumlah besar ke tempat produksi tidak memenuhi gang. Selain itu mahasiswa pengunjung juga bisa langsung menyaksikan produksi Samjali, sekaligus melihat koleksi yang ada di DS Point.

“Namanya usaha juga ya pasti ada pasang surutnya, apalagi usaha makanan. Tapi saya logowo, toh ya buktinya Samiler Jarak-Dolly juga masih ramai sampai sekarang,” tutupnya. (DEWID WIRATAMA/AZT)

Editor: Aziz Tri P