Tiga Varian Rasa Ikan Layur Crispy Olahan Mariati

Kemasan ikan layur crispy buatan Mariati di Desa Junganyar, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura yang dipasarkan Samnijah lewat jalur online. FOTO: SUREPLUS/AGUS HIDAYAT

BANGKALAN-SUREPLUS: Bermacam olahan ikan beredar luas di pasaran. Salah satunya produk olahan ikan layur. Mariati adalah salah satu wirausaha yang mengembangkan usaha tersebut. Olahan ikan layur yang diproduksi Mariati berupa crispy. Meski skala rumahan, namun banyak diminati. Tak jarang ia kewalahan melayani pesanan.

“Proses pengolahan ikan layur hingga menjadi crispy memang butuh waktu cukup lama, sekitar empat sampai lima hari. Maka saya perlu ikan layur dalam jumlah cukup banyak,” kata Mariati kepada Sureplus.id.

Menurut Mariati, Ikan layur diperoleh dari hasil tangkapan sang suami selama melaut. Jika dirasa kurang, Mariati akan membeli dari nelayan lain. Beruntung, jenis ikan ini tergolong mudah didapat di perairan sekitar tempat tinggalnya di Desa Junganyar, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura.

Lebih lanjut dikatakan Mariati, proses pengerjaan diawali dengan mencuci semua ikan layur dengan air tawar, lalu dijemur selama dua hari. Setelah kering lalu dibuang kepalanya dan dipotong kecil-kecil sesuai ukuran.

Potongan-potongan tersebut lalu dijemur kembali, lamanya juga sampai dua hari. Setelah itu barulah masuk tahap penggorengan, dengan terlebih dulu dicampur tepung serta bumbu yang telah disiapkan. Original, pedas, serta ekstra pedas adalah tiga varian rasa ikan layur crispy yang diproduksi Mariati.

Menurut Samnijah, salah seorang pelanggan ikan layur crispy tersebut mengatakan, ikan layur crispy olahan Mariati tergolong paling sering dipesan. “Memang ada beberapa orang yang juga membuat ikan layur crispy. Tapi menurut saya gurih dan ranyahnya ikan layur crispy produksi Mariati yang paling diminati,” ungkap Samnijah.

Perempuan 57 tahun ini pun selalu memesan dalam hitungan kilogram, tergantung dari varian rasa yang dibutuhkan. Sumnijah lalu menjualnya kembali dengan cara dikemas per 70 gram dalam plastik. Harga jual yang dibandrol dari ketiga varian rasa tersebut sama, Rp 15.000. Selama memasarkan, yang paling dicari adalah rasa original dan ekstra pedas.

Berbekal penjualan secara online, ikan layur crispy kemasan berlabel Fris’s ini telah sampai ke Surabaya, Malang, Yogyakarta, Jakarta, Bali hingga Aceh. “Kalau penjualannya ramai, omsetnya bisa sampai Rp 1 juta. Sebaliknya, kalau sepi pembeli ya separuhnya,” tutur Samnijah yang juga tinggal di Kecamatan Socah.

Ikan layur tergolong ikan perairan yang mudah dikenal dari bentuknya yang panjang dan ramping. Ukuran tubuhnya bisa mencapai 2 meter, berat maksimum mencapai 5 kilogram. Usia ikan ini bisa mencapai 15 tahun.

Ikan layur kerap berada di perairan dangkal dekat pantai yang kaya plankton jenis krustasea saat siang hari. Pada malam hari, ikan ini akan mendekat ke dasar perairan.

Ikan layur mudah dijumpai di tempat penjualan ikan. Selain diolah untuk ikan asin, ikan ini juga dipakai untuk umpan memancing. Ikan layur disukai karena dagingnya yang kenyal, tidak terlalu manis, tidak berminyak serta mudah dilepas tulangnya. (AGUS HIDAYAT/AZT)

Editor: Aziz Tri P