Eiger, Dari Global Menuju Regional

Eiger Tropical Adventure – FOTO : Eiger Adventure

Perubahan strategi dalam bisnis adalah hal yang biasa terjadi. Realitas pasar seringkali menuntut kreativitas para pelakunya agar tetap eksis dan dan mampu berkompetisi sesuai tuntutan pasar. Hal itu pula yang terjadi pada Eiger. Brand para petualang yang berdiri sejak 1989 ini merasa perlu mengubah positioning-nya. Jika sebelumnya Eiger terjun di pasar global, tahun 2018 ini Eiger mencoba fokus pada pasar regional.

Pasar regional yang dimaksud Eiger adalah wilayah tropis yang dibatasi oleh garis maya 23,5⁰ LU dan 23,5⁰ LS. Menurut Arief Husein, manajer komunikasi pemasaran PT Eigerindo Multi Produk Indonesia, meski antara tahun 2004-2010 Eiger telah merambah Jerman, namun karena pasar tropis memiliki peluang sebesar 40% populasi dunia dengan 60% keragaman flora dan fauna serta 80% serangga, Eiger yakin, produk-produk buatan mereka mampu menjawab kebutuhan itu. Terlebih sampai saat ini belum ada brand oudoor di dunia yang fokus pada perlengkapan dan peralatan luang ruang di wilayah tropis.

Untuk merealisasikan rencana itu, sebelum produksi massal dimulai, jauh-jauh hari Eiger telah melakukan uji coba di lapangan. Kekayaan alam Indonesia dengan wilayah hutan lebih dari 130 juta ha, ditambah seratusan gunung dan total garis pantai sepanjangn 99 ribu km, sangat membantu dalam uji coba itu.

Beberapa ekspedisi digelar untuk mendapatkan pemahaman baru. Dimulai dari ekspedisi Black Borneo 2016, dan yang terbaru pada 1-2 Sepetember 2018 di Gunung Papandayan, Jawa Barat. Dari ekspedisi itu mereka menemukan pemahaman baru semisal produk yang cocok untuk wilayah tropis yang memiliki curah hujan tinggi, ternyata adalah produk yang terbuat dari bahan yang cepat kering, bukan dengan mantol.

“Tropical Adventure,” begitulah bunyi jargon Eiger untuk menyasar pasar tropis. [FF]