Perubahan Asumsi Makro RAPBN 2019 Disetujui DPR

Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat Rapat Kerja (Raker) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Banggar DPR menyetujui usulan perubahan asumsi makro sebagai acuan dalam penyusunan RAPBN 2019. FOTO: KEMENKEU.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Badan Anggaran (Banggar) DPR menyetujui usulan perubahan asumsi makro sebagai acuan dalam penyusunan RAPBN 2019. Kesepakatan ini diambil pada Rapat Kerja (Raker) Badan Anggaran bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Selasa (16/10/2018) di gedung DPR.

Seperti dikutip dari situs kemenkeu.go.id, Rabu (17/10/2018), setelah melalui beberapa kali rapat pembahasan yang lebih berfokus pada asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, akhirnya asumsi makro RAPBN 2019 ini dapat disepakati.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengatakan, asumsi dasar ekonomi makro ini harus segera ditetapkan mengingat RAPBN 2019 harus sudah dibawa ke rapat paripurna pada tanggal 29 Oktober.

“Penjelasan pemerintah sudah sedemikian rupa, sangat komprehensif, maka menurut hemat saya selangkah lebih maju agar lebih produktif pembahasan kita dan mengingat tanggal 29 Oktober APBN ini sudah di paripurna,” kata Said.

Seperti diketahui, asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS ditetapkan dari sebelumnya Rp 14.500 menjadi Rp 15.000 per dolar AS. Usulan pemerintah ini mempertimbangkan proyeksi Bank Indonesia (BI), bahwa rupiah akan di kisaran Rp 14.800 hingga Rp 15.200 per dolar AS.

Sedangkan asumsi pertumbuhan ekonomi 2019 tetap 5,3 persen dengan tingkat inflasi tetap 3,5 persen, tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dengan tenor tiga bulan tetap sebesar 5,3 persen.

Sementara asumsi dari sisi minyak dan gas bumi (migas), harga minyak mentah Indonesia tetap 70 dolar AS per barel. Lifting minyak tidak berubah dari 775.000 barel per hari sedangkan gas sebanyak 1.250.000 barel setara minyak per hari. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P