Tahun 2019, Peluang Pelaku Ekonomi Kreatif Berkembang Pesat

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, didampingi sejumlah narasumber hadir dalam Seminar Economic Outlook Tahun 2019, guna memaparkan potensi ekonomi Kota Kediri pada tahun mendatang, di Kota Kediri, Sabtu (13/10/2018). FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Pada tahun 2019, pelaku ekonomi kreatif di Tanah Air, termasuk di Kota Kediri dihadapkan pada perkembangan ekonomi yang luar biasa.

“Oleh karena itulah, kalangan perbankan diharapkan mampu memberikan bantuan. Lantaran, sektor ekonomi kreatif di Kota Kediri mempunyai potensi lebih untuk berkembang ke depan,” kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat memaparkan potensi ekonomi Kota Kediri dalam acara Economic Outlook 2019, yang digelar Bank Jatim Cabang Kediri, di Grand Surya Hotel Kediri, Sabtu (13/10/2018).

Menurut dia, Kediri adalah kota kecil namun memiliki potensi yang sangat besar. Meski luasnya hanya 63,40 kilometer persegi dan dihuni oleh penduduk sebesar 291.893 jiwa. Namun, potensi penduduk yang datang di Kota Kediri mencapai 1,5 – 2 juta jiwa per hari.

Kota ini juga memiliki program pengendalian inflasi yang bagus hingga mendapat penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Terbaik se-Jawa Bali tahun 2017. Lalu, tahun 2018 pada bulan Mei dan Agustus Kota Kediri mengalami deflasi sebesar 0,17 persen dan 0,10 persen.

“Meski Kediri adalah kota kecil, kami punya banyak penyangga ekonomi, terutama di sektor industri. Penyangga lain, tingkat inflasi yang rendah di sektor pasar, dan kami punya pasar grosir yang menyuplai barang di Kalimantan hingga diekspor,” katanya.

Pada tahun 2017, PDRB Kota Kediri mencapai Rp 116 triliun, sedangkan PDRB tanpa industri pengolahan tembakau hanya Rp 24 triliun. Untuk meningkatkan PDRB,tanpa industri tembakau, yang harus didorong adalah sektor baru yakni industri kreatif.

“Kami di pemerintah memiliki anggaran yang cukup terbatas dan hanya bisa memberikan stimulus pada mereka. Jadi yang bisa membantu lebih terutama permodala, ya dari perbankan,” katanya.

Untuk mendorong UMKM, lanjut dia, Pemkot Kediri membuat acara-acara seperti Car Free Night, Food Fest, Bazarku Bazarmu serta Mahakarya Kediri agar UMKM Kota Kediri bisa memamerkan produknya. Pemkot Kediri juga mendatangkan desainer ternama untuk lebih mengangkat potensi kain tenun ikat Kediri, serta kerja sama dengan Bukalapak untuk marketing secara online.

“Saya juga minta bank untuk membantu UMKM yang belum bankable,” harapnya. (AYU CITRA SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas