Semester I 2018, Investasi Singapura ke RI Capai 5,04 Miliar Dolar AS

Menperin Airlangga Hartarto menyambut baik peningkatan kerja sama Indonesia dan Singapura. Termasuk menarik investor Singapura ke Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah. FOTO: JATENGKU.COM

JAKARTA-SUREPLUS: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyambut baik upaya peningkatan kerja sama Indonesia dan Singapura. Termasuk langkah sinergi yang dilakukan Kemenperin dan Enterprise Singapore. Apalagi, selama 50 tahun ini, hubungan bilateral sudah terjalin dengan baik terutama melalui kolaborasi peningkatan nilai perdagangan dan investasi.

“Peningkatan kerja sama RI-Singapura diyakini dapat saling menguntungkan dan melengkapi sehingga mampu memperkuat perekonomian kedua negara,” kata Menperin Airlangga Hartarto seperti dikutip dari situs kemenperin.go.id, Jumat (12/10/2018).

Menurut Menperin, pada semester I tahun 2018, investasi Singapura ke Indonesia tercatat sebesar 5,04 miliar dolar AS atau naik 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan sepanjang tahun 2017, penanaman modal dari Singapura tersebut mencapai 8,44 miliar dolar AS.

Selain itu, pada 2017, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Singapura menembus hingga 9 miliar dolar AS, yang menjadikan Negeri Singa sebagai tujuan terbesar kelima dalam pengapalan produk manufaktur nasional.

Lebih lanjut dikatakan Airlangga, belakangan ini pihaknya aktif menarik investor Singapura ke Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah. “Saat ini, kami sudah memiliki lebih dari 43 tenant di KIK. Selanjutnya, kami tengah memfokuskan untuk pengembangan Politeknik Furnitur di kawasan tersebut,” katanya.

Pembangunan KIK merupakan hasil kerja sama antara investor Indonesia dengan Singapura. Kawasan industri terintegrasi pertama di Jawa Tengah itu diproyeksikan menyerap potensi investasi sebesar 500 juta dolar AS. Pada tahap pertama, lahan yang akan digarap seluas 1.000 hektare dengan target 300 tenant dan bakal menyerap tenaga kerja sebanyak 500 ribu orang hingga tahun 2025.

Menperin juga menambahkan, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang pendidikan kejuruan terutama untuk mengisi kebutuhan di sektor industri. “Guru dan dosen dari Indonesia telah dikirim untuk mengikuti program pelatihan vokasi di Singapura, seperti di bidang permesinan, pembangkit listrik, dan teknik otomasi industri,” paparnya.

Bahkan, potensi kolaborasi RI-Singapura ke depannya akan dijalin di bidang ekonomi digital seiring dengan bergulirnya era revolusi industri 4.0. Salah satu prioritasnya adalah pengembangan Nongsa Digital Park di Batam sebagai wujud konkret kesepakatan kedua Kepala Pemerintahan untuk menjadikan Batam sebagai ‘digital bridge’ Singapura ke Indonesia.

Di tengah gelaran IMF-WB 2018 di Bali, Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long melakukan Annual Leaders Retreat. Hasilnya, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama swap rupiah dengan dolar Singapura mencapai 10 miliar dolar AS.

Kesepakatan tersebut akan ditindaklanjuti oleh Bank Indonesia dan otoritas keuangan Singapura dengan bentuk kerja sama yang lebih detil. Dengan ada kerja sama swap ini, kedua negara tidak lagi khawatir akan sentimen dolar AS. (PRS/AZT)

Editor: Aziz Tri P