Hobi Mengudara di Radio Amatir, Sate “Joker” Kebanjiran Order

Beberapa orang pengunjung memadati warung sate bernama “Joker”, di Kabupaten Kediri, Jumat (12/10/2018). Animo konsumen di Kediri dan sekitarnya sangat besar untuk berkunjung dan mencicipi kelezatan sate daging kambing dan daging ayam tersebut. FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Siapa pernah menyangka, berbekal hobi mengudara dengan radio amatir, sukses membawa Sumiati, pemilik warung sate, bernama “Joker”. Ya, warung satenya kini kebanjiran order karena hobinya itu.

Menurut Sumiati, awal pendirian usahanya tersebut dilatarbelakangi hobi almarhum suaminya, yang kerapkali menyapa teman komunitasnya melalui radio amatir. Konon, pada tahun 1980an almarhum suaminya ini dikenal para rekan sesama penggemar radio amatir dengan nama udara “Joker”.

“Selama membuka usaha, yang paling sering dipesan adalah nasi campur atau satu porsi nasi putih, dua tusuk sate kambing, dan gule. Untuk menu ini, konsumen cukup membayar Rp 9.000 per porsi,” kata Sumiati, di warung sate “Joker”, di Desa Darungan, Kecamatan Pare,  Kabupaten Kediri, Jumat (12/10/2018).

Untuk menjangkau lokasi tersebut, masyarakat dijamin mudah menemukannya. Apalagi, tempat berjualan ini berada di tepi jalan raya Kediri-Pare. Selain itu, pada saat puncak kepadatan konsumen, maka pengunjung bisa langsung mengenali warung tersebut.

“Kalau mau ke sini, cukup mudah. Jika dari arah Kediri menuju Pare, setelah ketemu  perempatan kantor perusahaan rokok ternama, atau tepatnya sebelum gerbang masuk Pare, ya sudah langsung sampai,” katanya.

Terkait jadwal buka, perempuan dengan hobi memasak ini menguraikan, bahwa pihaknya sengaja mengoperasikan gerainya pada pukul 16.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Momentum ini sengaja dipilihnya, karena disesuaikan dengan jadwal pulang para pegawai kantor maupun pabrik rokok di sekitar Kediri.

Sementara itu, mengenai olahan menu sate tersebut, Joya, salah satu konsumen mengaku, secara umum memang harganya sangat terjangkau.

“Kalau harga sate ayam Rp 9.000 per 10 tusuk,” katanya.

Lebih lanjut, harga sate daging kambing Rp 18.000 per 10 tusuk. Kemudian, harga sate kambing tanpa lemak ditawarkan Rp 23.000.

“Harga khusus untuk sate jenis itu memang sesuai, lantaran terdiri dari beberapa potongan daging yang sudah dihilangkan dari lemaknya. Apalagi, ini tergolong menu paling spesial di warung kami,” katanya. (AYU CITRA SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas