Apresiasi Indo Agro Expo, La Nyalla: Kinerja Sektor Agribisnis Wajib Dipacu

Yayasan Kedaulatan Pangan (YKPN) menggelar IndoAgro International Expo 2018 di Banyuwangi sejak 11-16 Oktober 2018. FOTO: SUREPLUS/FAHRIZAL ARNAS

BANYUWANGI-SUREPLUS: Sejalan dengan nawacita pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, serta peningkatan ekspor pertanian, Yayasan Kedaulatan Pangan (YKPN) menggelar IndoAgro International Expo 2018 di Banyuwangi sejak 11-16 Oktober 2018.

Acara yang bertujuan untuk memperkenalkan keragaman serta kemampuan produksi sektor pertanian kepada delegasi Annual Meetings IMF-World Bank 2018 ini diyakini mampu meningkatkan kinerja sektor agribisnis yang mengalami penurunan di tahun ini.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistis (BPS) Jatim mencatat, ekspor sektor pertanian pada periode Januari-Juli 2018 mengalami penurunan sebesar -7,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Jawa Timur (Jatim) La Nyalla Mahmud Mattalitti pun memberikan apresiasi kepada semua pihak atas terselenggaranya eksibisi Indo Agro-Indonesia Agriculture, Fishery, Livestock and Plantation International Expo ini.

Ajang yang digelar dalam rangkaian IMF-World Bank Annual Meeting itu diyakini bisa ikut memperkenalkan produk pertanian Jawa Timur, sehingga bisa membuka pasar yang lebih luas.

“Kita sangat berharap upaya IndoAGRO Expo kali ini akan lebih banyak mengenalkan keragaman dan kemampuan produksi sektor pertanian kepada para delegasi Annual Meetings IMF-World Bank 2018, sehingga akan berdampak nyata pada kinerja ekspor sektor pertanian Jawa Timur khususnya, dan nasional pada umumnya,” kata La Nyalla.

La Nyalla mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara Yayasan Kedaulatan Pangan Nusantara (YKPN) dengan komitmen dan kontribusinya membantu petani dan pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.

La Nyalla menegaskan, peningkatan kinerja sektor agribisnis perlu terus ditingkatkan. “Selain untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, ini juga untuk pemenuhan substitusi impor produk agribisnis dan meningkatkan kinerja ekspor sektor pertanian nasional,” terang La Nyalla.

Ia juga yakin bahwa penyelenggaraan acara yang bertepatan dengan event Annual Meetings IMF-World Bank 2018, akan sangat bermanfaat baik bagi petani serta industriawan di sektor agribisnis (pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan).

“Kadin Jawa Timur juga secara aktif mendukung dan terlibat dalam penyelenggaraan IndoAGRO International Expo 2018 kali ini baik dari sisi kepesertaan maupun pelaksanaan forum-forum B2B, karena kegiatan ini sejalan dengan Prioritas Pembangunan Pemerintah Jawa Timur dan upaya Kadin Jawa Timur dalam mengembangkan Agroindustri dan Agrobisnis di Jawa Timur, yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian dan daya saing Jawa Timur secara keseluruhan,” tegasnya.

Bersamaan dengan pameran agribisnis ini, juga akan diluncurkan Solusi Bisnis Agro 4.0 bernama Algrisz yang merupakan solusi agrobisnis dan industri dengan teknologi IT berbasis blockchain dan sharing economy.(ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas