12 Elemen Bali Fintech Akan Ciptakan Ekonomi Dunia yang Positif

Membuka seminar The Bali Fintech Agenda di Nusa Dua, Bali, Presiden Joko Widodo meminta dunia agar membuat regulasi mengenai internet dengan hati-hati. FOTO : FB SM INDRAWATI

NUSA DUA-SUREPLUS : Bali Fintech Agenda akan membantu negara-negara di dunia membuat kerangka kebijakan, agar teknologi keuangan dapat melindungi konsumen dan tidak mengancam stabilitas keuangan.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, saat menjadi pembicara dalam seminar The Bali Fintech Agenda di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Di depan peserta dan nara sumber yang lain, seperti Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dan Gubernur Bank Sentral Inggris, Menkeu mengingatkan, kesepakatan 12 elemen dalam Bali Fintech Agenda akan membantu negara menciptakan dampak positif pada perekonomian dunia dengan panduan yang dikeluarkan IMF bersama-sama Bank Dunia.

“Adalah suatu kebanggaan bagi Indonesia sebagai tuan rumah dapat menjadi tempat bersejarah dalam peluncuran sebuah agenda kesepakatan bersama dalam mengembangkan Financial Technology,” ujar Menkeu, seperti ditulis di laman fanspage Facebook-nya, Jumat (12/10/2018).

Dijelaskan pula, Bali Fintech Agenda yang diluncurkan oleh IMF bersama dengan Bank Dunia berisi 12 elemen. Elemen itu meliputi, pertama, mendukung perkembangan fintech. Dua, memanfaatkan teknologi baru untuk meningkatkan pelayanan jasa keuangan. Tiga, mendorong kompetisi serta berkomitmen kepada pasar yang terbuka, bebas dan teruji.

Sementara elemen ke empat adalah perlunya inklusi keuangan untuk semua orang dan mengembangkan pasar keuangan. Lima, memantau perkembangan perubahan di sistem finansial. Enam, menyesuaikan kerangka kebijakan dan praktek pengawasan terhadap perkembangan teknologi dan stabilitas sistem keuangan. Tujuh, melindungi integritas sistem keuangan.

Semangat menyesuaikan kerangka hukum agar sesuai dengan perkembangan terkini disebut Menkeu sebagai elemn ke delapan. Dilanjutkan elemen ke sembilan, memastikan stabilitas moneter dan sistem keuangan domestic, sepuluh, mengembangkan sistem infrastruktur finansial dan data yang kuat guna memperoleh manfaat yang berkelanjutan dari fintech, sebelas, mendorong kerjasama informasi internasional. Dan terakhir, meningkatkan pengawasan bersama oleh sistem moneter dan keuangan internasional.

Sebelumnya, saat membuka seminar ini Presiden Joko Widodo meminta dunia agar membuat regulasi mengenai internet dengan hati-hati dan memperhatikan kepentingan konsumen.

“Kita tidak boleh terburu-buru meregulasi ini tapi biarkan inovasi ini tumbuh terlebih dahulu. Kita harus menyikapi gelombang inovasi dengan aturan yang ringan dan save harbour,” ujar Presiden Jokowi. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono