Garap Potensi Lokal, Ahmad Soleh Kemas Jajan Pasar Kekinian

Ahmad Sholeh, pemilik usaha Jajanan Pasar (JP) memperlihatkan berbagai produk unggulannya kepada publik, di Kabupaten Kediri. FOTO : SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS : Untuk mengangkat potensi lokal, pemilik usaha jajan pasar di Kabupaten Kediri, Ahmad Sholeh berupaya mempertahankan kualitas panganan ini di hadapan generasi kekinian.

Langkah tersebut diwujudkan dengan membuka Warung Jajanan Pasar atau dikenal Warung JP. Lokasi usaha ini berada Perumahan Sukorejo Indah Blok H-3, tepatnya di Jalan Erlangga 4, Dusun Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem.

Menurut Ahmad Sholeh, saat mengenalkan gerai usahanya tersebut, pihaknya sengaja mengundang berbagai komunitas. Mereka diajak untuk mencoba kelezatan menu jajanan pasar kreasinya.

Berbagai komunitas ini, di antaranya komunitas penggemar trail adventure, winner komunitas lari, dan kelompok anak muda lainnya.

Pada pengenalan menu jajanan pasar ini, dia memamerkan sejumlah bahan pangan andalannya.

“Kami ingin jajanan pasar lebih dicintai oleh anak muda,” kata Ahmad Sholeh, pemilik usaha Jajanan Pasar di Kediri, Rabu (10/10/2018).

Mengenai pendirian bisnisnya, pria penuh semangat ini menceritakan, usaha tersebut dilatarbelakangi kegemarannya dan keluarga menikmati jajanan pasar.

Namun, sangat disayangkan pada era kekinian, mendapatkan jajanan pasar tidak mudah. Kadang, guna memperolehnya harus pergi ke pasar dulu.

Untuk jenis jajanan tradisional yang dipasarkan, harganya ditawarkan Rp 2.500 per buah jenis jajanan. Kemudian, Rp 7.000 untuk varian jenang atau bubur. Lalu, Rp 20 ribu untuk menu lain sesuai permintaan konsumen.

“Jajanan unggulan kami, salah satunya aneka jenang. Karena rasanya lain daripada produk di pasaran, serta dikombinasikan dengan rasa buah,” katanya.

Ragam jenang ini, antara lain jenang grendul, jenang mutiara, jenang sumsum, jenang godir, dan jenang dawet. Selain itu, pihaknya juga menyediakan jenis minuman unggulan yakni jamu beras kencur.

Di lokasi serupa, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri, Munfarid mengemukakan, sangat mengapresiasi ide yang muncul dari masyarakat. Misalnya yang diterapkan Ahmad Sholeh, dalam membuka warung JP.

“Jajanan pasar sendiri adalah produk makanan tradisional yang harus kita tingkatkan. Misalnya dari segi kualitas, kemasan, dan pemasarannya sehingga ke depan generasi muda tetap bisa menikmati jajanan pasar,” katanya. (AYU CITRA SR/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono