Gresik Tetapkan 6 Sentra Jadi Pusat Batik Pamiloto Ceplokan

Warga Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme, Gresik sedang mencanting di sejumlah kain yang akan dijadikan Batik Pamiloto Ceplokan. Batik khas Kabupaten Gresik.FOTO: SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menetapkan 6 sentra menjadi pusat produksi batik pamiloto ceplokan. Keenam sentra tersebut adalah Desa Sawo, Kecamatan Dukun. Desa Cerme Lor, dan Cerme Kidul, Kecamatan Cerme. Selanjutnya, Desa Betoyoguci, Kecamatan Manyar. Desa Bungah, Kecamatan Bungah, dan Desa Wringinanom, Kecamatan Wringinanom.

Dipilihnya keenam desa tersebut karena sudah ada 270 pembatik yang dikordinir oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gresik.

Menurut Sekretaris Dekranasda Gresik, Ismiyati, para pembatik itu saat ini terus memproduksi batik pamiloto ceplokan. Mulai sejak diproduksi massal awal Januari 2018. Hingga sekarang telah dihasilkan 10 ribu lembar kain batik.

“Sesuai pengerjaannya, ada dua jenis kain masing-masing batik tulis dan batik cap,” ujarnya, Senin (8/10/2018).

Secara kualitas lanjut Ismiyati, ada beberapa jenis yaitu dari yang paling mahal yaitu batik tulis eksklusif dijual dengan harga Rp 550.000, dan yang termurah batik cap berharga Rp. 185.000.

“Harga disesuaikan dengan kualitas dan proses pengerjaannya. Untuk batik yang paling mahal itu dikerjakan dalam waktu 15 hari mulai dari awal berbentuk kain putih sampai jadi. Sedangkan batik cap yang murah dikerjakan gak sampai seminggu sudah jadi kain batik yang siap jahit,” ungkapnya.

Saat ditanya tentang nama batik pamiloto ceplokan. Dijelaskan Ismiyati, nama itu berasal dari keluarganya
menggeluti produksi batik yaitu berasal dari kata ‘pulut’ yang berarti perekat. Batik ini adalah gabungan berbagai aspek yaitu perdagangan, Industri, sejarah, ekonomi dan budaya.

“Di batik pamiloto ceplokan ada gambar ikan, pabrik, gapura makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim, bandeng, kepiting, kapal rakyat, pudak, dan rusa bawean. Beberapa gambar tersebut digabung dengan berbagai motif ornament sisik, kawung, truntum, semen, grompol danatirta, selingcecek pitu, dan parang barja,” paparnya.

Jadi batik pamiluto ceplokan kata Ismiyati yang asli itu adalah batik yang mampu bercerita tentang Gresik.

“Dekranasda dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro Dan Perindustrian dan Perdagangan Gresik untuk sementara sebagai yang mendistribusikan batik tersebut. Perlu diketahui batik ini bukan sekedar batik yang gambarnya ngawur dan asal. Karena saat ini ada batik yang warnanya serupa yang berusaha mirip dengan batik pamiluto ceplokan serta dijual lebih murah. Dari kualitas serta designnya terlihat batik tersebut hanya batik printing,” pungkasnya.

Sejak diterbitkannya hak paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI Nomor D002017004963 tertanggal 31 Januari 2017. Batik pamiluto ceplokan menjadi batik khas Gresik sekaligus ikon baru masyarakat Gresik. Batik ini juga dijadikan seragam resmi PNS Pemkab Gresik pada hari Jumat. (ALI ZAINI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas