RUPS Luar Biasa BTPN Setujui RPU dengan SMBC Indonesia

Bank yang selama ini fokus memberdayakan masyarakat berpendapatan rendah ini memasuki fase baru. Tepatnya saat RUPSLB BTPN menyetujui Rancangan Penggabungan Usaha dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. FOTO : FB BANKBTPNOFFICIAL

JAKARTA-SUREPLUS : Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) bersepakat untuk memberikan persetujuan atas Rancangan Penggabungan Usaha dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI).

SMBCI merupakan anak perusahaan dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). Didirikan pada 1989, SMBCItumbuh menjadi salah satu bank korporasi pertama di Indonesia.

Selain penggabungan usaha, kesepakatan itu juga meliputi perubahan Dewan Komisaris dan Direksi, serta perubahan Anggaran Dasar Perseroan.

“Manajemen akan menyampaikan hasil RUPSLB ini kepada regulator sebagai bagian dari proses mendapatkan izin penggabungan usaha,” jelas Direktur Utama BTPN Jerry Ng, seperti ditulis dalam siaran persnya, Jumat (5/10/2018).

Meski RUPSLB telah menyetujui perubahan pengurus bank, lanjut Jerry, namun dipastikan tidak akan mengganggu proses bisnis di perusahaan. “Karena manajemen saat ini tetap menjalankan tugasnya hingga tanggal efektif penggabungan,” tegasnya.

Disebutkan pula, BTPN dan SMBCI telah mempublikasikan Ringkasan Rancangan Penggabungan Usaha kedua bank pada 2 Agustus serta tambahan informasi pada 3 September 2018 dan 3 Oktober 2018.

BTPN dan SMBCI memiliki pemegang saham pengendali yang sama yakni Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) dengan porsi kepemilikan saat ini masing-masing 40 persen dan 98,48 persen.

Untuk susunan Dewan Komisaris dan Direksi, RUPSLB menetapkan Mari Elka Pangestu tetap menjabat sebagai Komisaris Utama (Independen), sedangkan Ongki Wanadjati Dana ditetapkan sebagai Direktur Utama.

“Untuk perubahan anggaran dasar, pemegang saham sepakat untuk mempertahankan nama BTPN. Bisnis Bank Hasil Penggabungan ini nantinya bakal lebih lengkap dengan produk-produk yang semakin variatif dan mengedepankan inovasi teknologi,” ujar Jerry.

Bank, lanjutnya, akan melayani mulai dari piramida bisnis paling bawah seperti BTPN Wow! yang melayani jutaan nasabah melalui agen atau perwakilan bank, hingga nasabah korporasi internasional yang sangat besar.

“Kami yakin BTPN yang baru akan mampu meningkatkan kualitas pelayanannya sehingga semakin dipercaya nasabah,” tandasnya.

BTPN saat ini dikenal sebagai bank devisa yang memfokuskan diri untuk melayani dan memberdayakan segmen masyarakat berpendapatan rendah. Yang terdiri dari para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta komunitas prasejahtera produktif.(PRS/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono