Pembalap Australia Rebut Etape Ketiga International Tour de Banyuwangi Ijen

Di etape ketiga, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), Jumat (28/9), pembalap Australia, Jesse Ewart, berhasil keluar sebagai juara. FOTO: SUREPLUS/ERFAN HAZRANSYAH

BANYUWANGI-SUREPLUS: Di etape ketiga, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), Jumat (28/9), pembalap Australia, Jesse Ewart, berhasil keluar sebagai juara dengan catatan waktu 3 jam 22 menit 26 detik.

Catatan waktu itu telah cukup buat pembalap yang tergabung di Sapura Cyling Team menjadi yang tercepat. Di peringkat kedua diraih oleh Van Der Pijl, pembalap asal Belanda (PCS Cycling Team), dan di peringkat ketiga ditempati oleh pembalap Belanda, Buijk Jacob  (Global Cycling Team).

Hasil ini membuat Ewart merebut green jersey (best sprinter), yang sebelumnya dikenakan Matthew Zenovich, asal Australia (St. George Continental Cycling Team).

“Saya harus bersusah payah dan bekerja keras untuk meraih posisi ini,” kata Ewart, usai balapan.

Di etape ketiga ini, para pembalap menempuh lintasan sepanjang 139,4 KM, dengan start dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Kecamatan Genteng, dan finis di Kantor Pemkab Banyuwangi.

Di etape tiga ini, para pembalap melintasi dua tanjakan kategori tiga, yakni tanjakan di Sumberbulu, Kecamatan Songgon dan Pakel, Kecamatan Licin.

Namun hingga etape ketiga, yellow jersey masih menjadi milik pembalap Australia lainnya, Marcus Culey (St George Continental Cycling Team). Meski demikian, penentuan juara ITdBI akan ditentukan di etape keempat atau etape yang terkenal dengan tanjakan ekstrim yang akan berlangsung pada  Sabtu (28/9/2018).

Etape pamungkas ini akan mengambil start di Desa Sarongan dan finish di Paltuding Kawah Ijen. Di etape keempat diprediksi pembalap yang berkarakter climber akan keluar sebagai juara.

Di sini dua pembalap climber, Dyball Benjamin dari St George Continental Cycling Team dan Lebas Thomas dari Kinan Cycling Team, berpeluang keluar sebagai juara.

Sejak di etape ketiga, dua pembalap ini saling menguntit menjaga poin dengan tetap menghemat energi guna persiapan untuk etape empat. “Di etape ketiga saya berusaha menjaga jarak untuk memudahkan di etape keempat,” kata Thomas.

Thomas mengakui, etape terakhir memiliki medan yang sangat berat. Tanjakan etape empat lebih berat dibandingkan etape ketiga.

“Hanya pembalap hebat yang bisa keluar sebagai juara di etape terakhir,” katanya.(HENDRO SUCIPTO/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas