Arek Malang Juarai Etape Kedua International Tour de Banyuwangi Ijen 2018

Setelah merampungkan etape pertama, para pembalap International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) hari ini, Kamis (27/9) akan menempuh rute sejauh 179,3 KM. Sebanyak 86 pembalap dari 25 negara akan mengikuti etape kedua ini dari Stasiun Kalibaru menuju Kantor Pemkab Banyuwangi. Pada etape kedua pembalap asal Malang, Jamalidin Novardianto, berhasil menjadi yang tercepat di Etape Kedua, International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), dengan catatan waktu 4:09:17 jam.FOTO: SUREPLUS/Erfan Hazransyah

BANYUWANGI-SUREPLUS : Pembalap asal Malang, Jamalidin Novardianto, berhasil menjadi yang tercepat di Etape Kedua International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), Kamis (27/9/2018).

Pembalap yang bergabung dengan Perusahaan Gas Negara (PGN) Cycling Team itu, menyisihkan Georgios Bouglas dari Nigxia Sports Lottery Livall Cycling Team di peringkat kedua, dan Van Aert Bernand Benyamin dari Java Partizan di peringkat ketiga. Para pembalap finish dalam rombongan besar pada balapan yang memakan waktu 4:09:17 jam tersebut.

Jamal mengatakan sejak 500 meter sebelum finish, rekan timnya saling membantu untuk mendorong dirinya maju ke depan rombongan. “Baru di 200 meter sebelum finish, saya meningkatkan kecepatan,” kata pembalap sprinter ini.

Di dua etape terakhir, dengan tambahan 15 poin, Jamal berharap minimal bisa merebut green jersey. Meski Jamal keluar sebagai pemenang, di etape II ini, yellow jersey masih menjadi milik pembalap Australia Marcus Culey (St George Continental Cycling Team). Culey juga menyabet polkadot jersey (raja tanjakan).

Sementara green jersey (best sprinter) diraih Matthew Zenovich asal Australia (St. George Continental Cycling Team).

Di etape kedua ini, pembalap menempuh rute sejauh 179,3 kilometer, start dari Stasiun Kalibaru menuju Kantor Pemkab Banyuwangi. Para ride melewati ruas-ruas jalan lintas kecamatan melalui kawasan perkotaan, perkebunan, persawahan, hingga pedesaan.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo menjelaskan, pada etape 2 ini merupakan etape terpanjang ITdBI. Para pembalap akan melalui lintasan yang didominasi jalur flat.

“Berbeda dari etape satu yang menyajikan rute menanjak pada 10 KM terakhirnya, etape 2 ini hanya didominasi rute flat sehingga akan lebih ketat kompetisinya. Ini kesempatan bagi pembalap sprinter untuk mencuri poin,” ujar Guntur.

Diawali dari depan Stasiun Kalibaru, para pembalap memasuki area persawahan saat memasuki wilayah Kecamatan Tegalsari. Rider juga melintasi kelokan sungai-sungai di wilayah Kecamatan Bangorejo. Melewati permukiman padat, pasar, perkebunan jati, karet dan tebu di Kecamatan Tegaldlimo. Selanjutnya, para rider akan melalui rute flat menuju finish di depan Kantor Pemkab Banyuwangi. ‎(HENDRO SUCIPTO/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono