UMKM Cokelat Ibuke Mewakili Kediri di Ajang Tingkat Provinsi Jatim

Sejumlah anggota Tim Verifikasi Lapang Kota Sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur, menggelar foto bersama, saat berkunjung dan melakukan penilaian di gerai usaha olahan cokelat, milik Yuyun Trihandini, di Kota Kediri, Rabu (26/9/2018). FOTO: SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Yuyun Trihandini, pemilik usaha UMKM dengan brand Cokelat Ibuke, ditunjuk oleh Forum Kota Kediri Sehat (FKKS) sebagai titik pantau untuk tatanan Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat.

Untuk itulah, tempat tinggal Yuyun, yang terletak di Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri dikunjungi oleh Tim Verifikasi Lapang Kota Sehat Tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Alhamdulillah, unit usaha saya ini ditunjuk oleh Forum Kota Kediri Sehat (FKKS) sebagai titik pantau untuk tatanan Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat,” kata Pemilik Usaha Cokelat Ibuke, Yuyun Trihandini, di Kota Kediri, Rabu (26/9/2018).

Dari penilaian yang ada, tim verifikator tampak terkesan dengan standar tinggi yang diterapkan Cokelat Ibuke. Khususnya, untuk menjamin kesehatan dan keamanan pangan produknya.

Hal ini diwujudkan dengan kepemilikan Izin P-IRT, sertifikat halal, sertifikat HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) dan sertifikat kandungan gizi.

“Kami diberi beberapa saran. Misalnya, pencantuman kandungan nutrisi pada kemasan,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut dia, rekomendasi tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat. Kondisi ini karena Cokelat Ibuke, sudah memiliki sertifikat kandungan gizi dari Sucofindo.

Dengan upaya ini, dia berharap, ke depan dapat menyabet Anugerah Kota Sehat untuk tingkatan penghargaan tertinggi, yakni Swasti Saba Wirasta. Lebih tepatnya, pada Lomba Kota Sehat Tingkat Nasional pada tahun 2019 mendatang.

Sementara itu, pemilik usaha UMKM dengan brand Bali Ayu asal Kediri, Yuni Ari Ekowati, membenarkan, bahwa keberadaan label kandungan gizi pada produk makanan minuman memang sangat penting dicantumkan. Dengan cara ini, konsumen semakin dimudahkan untuk lebih  memperhatikan asupan gizi saat mengonsumsi komoditas tertentu.

“Memang seharusnya, setiap pelaku UMKM makanan minuman telah mencantumkan label kandungan nutrisi ini. Apalagi, saat ini banyak konsumen yang cerdas, dan cenderung selektif dalam mengonsumsi sesuatu,” katanya. (AYU CITRA SR/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas