Rowo Bayu, Tempat Bersejarah yang Dijadikan Finish Etape Pertama ITdBI

Rowo Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. FOTO: SUREPLUS/HENDRO SUCIPTO

BANYUWANGI-SUREPLUS: Etape pertama International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018, pebalap menempuh jarak sejauh 153,1 KM estimasi waktu selama 3 jam 43 menit, dengan finish di Rowo Bayu yang merupakan tempat bersejarah bagi Banyuwangi.

Mereka melewati ruas-ruas jalan lintas kecamatan melaui rute-rute perkotaan, pedesaan hingga perkebunan.

Diawali dari Kota Banyuwangi, para rider memasuki area pedesaan saat memasuki wilayah Kecamatan Rogojampi. Hamparan sawah nan hijau hingga panorama perkebunan yang asri menjadi latar yang akan mengiringi laju tarikan pedal para racer hingga finish di Rowo Bayu.

Wisata Rowo Bayu adalah sebuah destinasi wisata alam di Banyuwangi. Sebuah danau hijau yang terselip di antara lebatnya hutan pinus yang berada di kawasan Perhutani.

Rowo Bayu juga menyimpan sejarah Prabu Tawang Alun, salah satu Raja Kerajaan Blambangan termasyhur. Di sana, tersimpan jejak kaki sang raja di atas sebuah batu, yang konon batu tersebut sebagai tempat meditasinya.

Selain itu, di kawasan Rowo Bayu banyak mengalir mata air (sendang) yang semua alirannya mengalir menjadi satu ke danau (Rowo Bayu). Bahkan, beberapa mata airnya diyakini memiliki khasiat bagi yang meminumnya, seperti awet muda.

“ITdBI merupakan even sport tourism yang dirancang sebagai ajang merebut prestasi bagi atlet balap profesional sekaligus menarik wisatawan. Ini akan menjadi lintasan yang menarik bagi pebalap,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Pembalap St George Continental Cycling Team finish tiga besar etape pertama International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2018. Pembalap terdepan yang finish pertama adalah Marcus Culey. FOTO: SUREPLUS/ERFAN HAZRANSYAH

Chairman ITdBI, Guntur Priambodo menjelaskan bahwa pada etape pertama, para pebalap akandi etape pertama ini pebalap akan melalui lintasan yang didominasi jalur flat dan akan memasuki area tanjakan 10 KM menjelang finish.

“Meski etape pertama, langsung ditantang rute menanjak, tanjakannya sudah masuk kategori dua dengan panjang tanjakan 10 km lebih. Mereka akan finish di ketinggian sekitar 700 mdpl,” kata Guntur.(HENDRO SUCIPTO/ZAL)

Berikut rute etape pertama:
Start Kantor Bupati Banyuwangi -Jl. Adi Sucipto -Patung Kuda – Jl. Kepiting – Jl. KoI. Sugiono – Jl. MT Hariono – Jl.imam Bonjol – Jl. Kapt Piere Tendean -Jl. RA Kartini – Banterang – Jl. Jogopati – Pendopo -Jl. PB Sudirman – Jl. A. Yani – Kantor Bupati Banyuwangi – Patung Kuda -Kabat – Rogojampi- Gladag – Kaligung – Kemendung -Sumbersewu – Tembokrejo – Pasar Sumberayu – Dam Telu – Glagahagung -Karetan Purwoharjo -Sembulung – Jajag – Gambiran – Genteng – Kaligondo – Sumberwadung – Pasar Sempu -Tegalarum – Perempatan Jalan (Genteng) – Jl. KH.lmam Bahri- Pertigaan ibrahimi – Kantor Camat Genteng – Lampu Merah Genteng Wetan – RSUD Genteng – Kembiritan – Pandan-Pekulo – Parijatah Kulon –KarangSari- Temuguruh – Gendoh – Sragi – Sumberbulu – Rowo Bayu.