Setahun Bergerilya, HAIC Madura Akhirnya Dikukuhkan

Pengukuhan Honda Accord Indonesia Community Chapter Madura ditandai dengan pelepasan balon merah-putih. FOTO : SUREPLUS/AGUS HIDAYAT

BANGKALAN-SUREPLUS : Setelah bergerilya setahun lebih, Honda Accord Indonesia Community (HAIC) Chapter Madura akhirnya dikukuhkan di Cikoepian Café 69, Khayangan Residence, Jl Abdul Halim Perdanakusumah, Bangkalan, Minggu (23/9/2018).

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Umum HAIC Chris Andriano pukul 11.25 WIB, lewat sambungan video call. Meski demikian, seluruh anggota HAIC Chapter Madura menyambut gembira dan suka cita. Pelepasan balon berwarna merah-putih ke udara serta pemotongan tumpeng menjadi simbol pengukuhan.

“Selamat untuk HAIC Chapter Madura. Namun jangan lupa, dalam community, mempertahankan soliditas community lebih berat dibanding mencari member. Terus pertahankan kekompakan, baik internal maupun dengan community lainnya,” pesan Chris.

Selain dihadiri sebagian besar anggota HAIC Chapter Madura, tampak pula perwakilan dari sejumlah klub mobil. Antara lain HAIC Chapter Surabaya, MASOC (Madura Auto Society), TKCI (Toyota Kijang Club Indonesia), HJOC (Honda Jazz Owner Community), Gravinci (Grand Livina Club Indonesia), serta Mobility (Mobilio Indonesia Community).

“Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ketua Umum HAIC yang baru saja mengukuhkan Chapter Madura. Ke depan mudah-mudahan dengan pengukuhan ini HAIC Chapter Madura makin banyak anggota serta makin matang dalam program kerja,” kata Abimanju, Ketua HAIC Chapter Madura.

Senada dengan pernyataan ini, Budi Kintoko, Pembina HAIC Chapter Surabaya mengatakan, pengukuhan HAIC Chapter Madura adalah momentum untuk mempererat persaudaraan antar anggota pecinta Honda Accord. HAIC Chapter Madura sebelumnya berinduk di HAIC Chapter Surabaya.

“Bukan berarti Chapter Madura terpisah dengan Chapter Surabaya. Kini yang membedakan hanyalah administrasi dan koordinasi. Namun demikian kita tetap menjaga persaudaraan,” ungkap Budi.

Hingga kini, anggota HAIC Chapter Madura berjumlah 30 orang dengan latar belakang dan profesi berbeda. (AGUS HIDAYAT/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono