Wisata Indonesia Lebih Mengandalkan Media Digital

Seiring perkembangan teknologi, banyak traveler potensial menggunakan media digital sebagai rujukan tempat wisata. FOTO : ILUSTRASI

BANDUNG-SUREPLUS : Untuk meningkatkan performa pariwisata Indonesia, pemerintah saat ini terus menggunakan strategi deregulasi dan digitalisasi. Seperti dikatakan Menteri Pariwisata Arief Yahya, untuk promosi, pihaknya menggunakan media digital.

“Media digital itu seperti TripAdvisor, Google, CTrip, dan masih banyak lagi,” aku Menteri Arief Yahya, saat menghadiri Digital Innovation Summit Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad), di Aula Graha Sanusi Hardjadinata, Bandung, Jumat (21/9/2018).

Rasio penggunaan media digital yang digunakan Kemenpar sejak 2015 memang menunjukkan kecenderungan terus meningkat. Tahun 2015, Kemenpar menggunakan 60 persen media konvensional dan 40 persen media digital.

Lalu tahun 2016 jadi 50 persen konventional dan 50 persen media digital. “Dalam sektor pariwisata, 2 dari 3 orang mencari informasi liburan dan berbagai secara online. Untuk turis China misalnya, 70 persen mencari informasi liburan via online,” jelasnya.

Menpar Arief Yahya bahkan meyakini, digital media memiliki efektivitas empat kali lebih besar ketimbang media konventional.

Digunakannya TripAdvisor, Menpar mengatakan jika situs ini memiliki pengguna dari berbagai negara dengan jumlah yang besar. Jika untuk mencari sesuatu orang biasanya menggunakan Google, khusus traveler, mereka akan menggunakan fasilitas search di TripAdvisor. Tahun 2016 lalu misalnya, aplikasi TripAdvisor sudah diunduh sekitar 340 juta orang. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono