Melihat dari Dekat Wisata Air Panas di Pulau Bawean

Dulu, Wisata Air Panas Kepuhlegundi hanya memiliki dua kolam. Berbekal dana bantuan dari pemkab, dibuatkan satu kolam tambahan dengan tingkatan suhu yang berbeda. FOTO : ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS : Menjelajah Pulau Bawean, Gresik, serasa tak lengkap jika belum mampir ke pemandian air panas yang terletak di Desa Kepuhlegundi, Kecamatan Tambak ini. Selain keberadaannya masih sangat alami, pemandian ini dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Pemandian Wisata Air Panas Kepuhlegundi memiliki suasana alam yang tenang. Sehingga, cocok untuk melalukan relaksasi ditengah rutinitas padatnya aktifitas.

“Sebelum dibangun, tempat wisata pemandian ini masih jarang dikunjungi. Sekarang setelah direhab sudah dapat dinikmati oleh masyarakat umum setelah melalui proses pembangunan,” ujar Wakil Bupati Gresik, M. Qosim, Kamis (20/09/2018).

Menurut Wabup Qosim, pihaknya telah memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk pembangunan dan pengembagan wisata pemandian air panas tersebut.

“Kami sudah berikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk pengembangan wisata ini. Alhamdulillah, komitmen masyarakat Desa Kepuhlegundi dalam mengembangkan wisata ini nampak terlihat jelas,” bangganya.

Sebagai gambaran, wisata pemandian ini awalnya hanya terdiri dari dua kolam. Namun, melalui dana bantuan yang diberikan, dibuatkan satu kolam tambahan dengan tingkatan suhu yang berbeda. Sehingga, pengunjung bisa menikmati relaksasi air panas, dan hangat.

Sekretaris Desa Kepuhlegundi Miswadi menjelaskan, pihaknya bersama masyarakat akan berupaya melakukan pengelolahan objek wisata tersebut sebaik mungkin.

“Kami ingin, objek wisata pemandian air panas ini dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan lokal maupun asing yang akan berkunjung ke Pulau Bawean. Dengan adanya wisata tersebut, masyarakat desa setempat dapat lebih meningkat perekonomiannya,” ungkapnya.

Miswadi juga menambahkan, warga desanya berterima kasih kepada Pemkab Gresik yang selalu memperhatikan peningkatan perekonomian masyarakat di Pulau Bawean terutama di Desa Kepuhlegundi. Terbukti saat ini sudah banyak sarana dan prasarana serta infrastruktur untuk menunjang pariwisata di Pulau Bawean.

Kabag Humas Pemkab Gresik, Sutrisno menyatakan bahwa pemkab akan selalu berupaya mengembangkan pariwisata yang ada di Pulau Bawean. Namun, dalam pengembangan pariwisata tersebut, pemkab Gresik akan tetap mempertahankan culture atau kearifan lokal masyarakat Bawean yang terkenal agamis. (ALI ZAINI/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono