Pemkab Ajak Wisatawan datang ke Taman Mangrove Gresik

Wakil Bupati Gresik M.Qosim saat mengunjungi Taman Wisata Mangrove di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah. FOTO : SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS : Taman Wisata Mangrove di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik, layak dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Taman seluas 2 hektar tersebut sangat cocok dipakai acara keluarga untuk melepas penat di tengah kesibukan sehari-hari.

Seperti diakui Wakil Bupati (Wabup) Gresik, M.Qosim, saat mengunjungi Taman Wisata Mangrove Gresik ini. “Kami berharap, para PNS dan masyarakat Gresik untuk berkunjung kesana menikmati panorama Taman Wisata Mangrove Banyuurip Ujungpangkah, Gresik,” ujarnya, Selasa (18/09/2018).

Didampingi sejumlah perangkat Desa Banyuurip.M.Qosim menyusuri taman tersebut yang sudah dilengkapi dengan jogging trek berupa jembatan kayu. Berkeliling menikmati keindahan panorama pantai yang berbalut hutan mangrove.

“Saat ini sudah sangat bagus. Tanaman mangrove-nya tumbuh lebat dan tampak indah. Tempat ini cocok untuk destinasi wisata baru bagi masyarakat khususnya mereka yang suka menikmati wisata alam,” ujar M.Qosim.

Ia menambahkan, dirinya patut bangga atas keindahan taman mangrove ini. Pasalnya, beberapa tahun lalu, dia mengajak beberapa pengusaha untuk ikut melaksanakan penanaman mangrove dibantu masyarakat setempat di wilayah itu.

“Kami sangat intensif untuk melaksanakan budidaya mangrove di wilayah sekitar pesisir pantai ini,” tambahnya.

Taman Wisata Mangrove Banyuurip, Ujungpangkah, pada akhir-akhir ini banyak dikunjungi wisatawan domestik. Letaknya sekitar 35 kilometer dari kota Surabaya atau sekitar 23 kilometer dari Kota Gresik ke arah utara.

“Rata-rata setiap hari libur ada sekitar enam ratus pengunjung, dan pada hari raya Idul Fitri sebanyak 1600 pengunjung yang datang berwisata ke sini,” ungkap Kepala Desa (Kades) Banyuurip M.Ikhsan.

Destinasi wisata baru ini menawarkan panorama pesisir laut yang berpadu dengan rimbunnya hutan Mangrove. Tempat ini dikembangkan pemerintah bersama masyarakat setempat. Menurut pengakuan Kades yang biasa dipanggil Ikhsan, pihaknya bersama masyarakat yang difasilitasi Pemkab Gresik memulai budidaya mangrove sejak 17 tahun lalu.

Setelah melihat prospek mangrove ini bagus, pihaknya membangun Berbagai fasilitas. Hal ini dilakukan untuk menarik wisatawan agar datang berkunjung. Beberapa fasilitas yang sudah dibangun yaitu jogging trek dan gazebo yang dikelilingi rimbunan mangrove.

“Kedepan akan menjadi kawasan wisata yang cukup luas. Sebab, beberapa wahana akan dibangun. Diantaranya, jogging trek diperpanjang menjadi 600 meter masuk ke kawasan laut. Saat ini, jogging tracknya baru sekitar 250 meter. Gazebo yang didirikan juga baru sekitar 3 buah,” papar M.Ikhsan.

Meningkatnya pengunjung, selain menjadi pendapatan bagi Pemerintah Desa Banyuurip, juga mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar. Sebab, perekonomian warga sekitar juga perlahan bertambah.

“Toko dan juga warung-warung yang ada tidak hanya dikunjungi nelayan. Tetapi juga para wisatawan yang mulai meramaikan kawasan wisata ini,” tandasnya M.Ikhsan. (ALI ZAINI/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono