Finalis Putri Pariwisata Indonesia Diharap Memviralkan Wisata Indonesia

Hadir dalam Welcome Dinner Finalis Putri Pariwisata 2018, Putri Pariwisata Indonesia (PPI), di Jakarta, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengingatkan perlunya mengantisipasi Pariwisata 4.0. FOTO : DOK KEMENPAR

JAKARTA-SUREPLUS : Revolusi teknologi informasi digital pada bidang pariwisata yang dikenal dengan Pariwisata 4.0 telah dan akan terus membawa perubahan yang signifikan dalam penyelenggaraan kepariwisataan.

”Perubahan ini tidak hanya menciptakan berbagai peluang, namun juga berbagai tantangan bagi pariwisata pada setiap pilar kepariwisataan Indonesia dalam mencapai tujuan yakni mensejahterakan masyarakat Indonesia,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat hadir dalam Welcome Dinner Finalis Putri Pariwisata 2018, Putri Pariwisata Indonesia (PPI), di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (17/9/2018).

Agar berhasil dalam penerapan sebuah teknologi, lanjut Menpar, membutuhkan kehadiran unsur kunci lainnya seperti sumber daya manusia (SDM) atau humanware, hubungan kerja, kolaborasi atau orgaware, dan berbagai informasi deskriptif maupun preskriptif yang membuat teknologi tersebut dapat bekerja atau infoware.

Sebelumnya ia mengingatkan, Badan Pariwisata Dunia (UN-WTO) telah menetapkan tema Hari Pariwisata Dunia tahun ini, ‘Tourism and The Digital Transformation’ atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.

Para finalis PPI 2018 sebagai generasi millenials, menurut Menpar mempunyai peran penting dalam menyongsong Pariwisata 4.0 terutama dalam kehadirannya di media sosial untuk mem-viral-kan obyek-obyek wisata di destinasi wisata digital di seluruh Indonesia.

”Perubahan ini tidak hanya menciptakan berbagai peluang, namun juga berbagai tantangan bagi pariwisata pada setiap pilar kepariwisataan Indonesia dalam mencapai tujuan yakni mensejahterakan masyarakat Indonesia,” kata tegas Menpar Arief Yahya.

Dijelaskan pula, sesuai tema yang diangkat tahun ini, ia menargetkan sport tourism atau wisata berbasis olahraga tahun ini akan mampu menarik 250 ribu wisatawan mancanegara atau wisman.

Event sport ini nantinya juga digabungkan dengan pariwisata lain, misalnya dengan wisata budaya dan wisata belanja. Proyeksi Kemenpar, sport tourism berkontribusi sebesar 1,25 persen dari 20 juta wisman. Atau sekitar 250 ribu wisman, dengan devisa sebesar 250 juta Dolar AS. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono