Nikmatnya Botok Ikan Wagal Olahan Warga Lasem, Gresik

Nur Azisah warga Desa Lasem yang menjual botok ikan wagal. FOTO: SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS: Botok ikan wagal sepertinya belum akrab di telinga kita. Namun, untuk warga Desa Lasem, Kecamatan Dukun, Gresik. Saat ini, Botok ikan wagal (patin) ini bisa dibilang sebagai masakan favorit warga setempat.

Warga Desa Lasem sendiri menyebut ikan ini ikan jendil. Banyak ditemukan di Sungai Bengawan Solo. Jika pada umumnya banyak orang mengonsusmsi ikan ini hanya dengan digoreng, atau dibakar saja, tapi tidak di tangan warga Desa Lasem.

Di desa tersebut, ikan wagal bisa dijadikan botok. Rasanya, tentu lebih unik, dan tak sedikit yang menganggap lebih nikmat dan lezat karena rasa pedasnya begitu terasa. Layaknya warga pesisir, makanan ini ciri khas warga yang hidup di sekitar pantai.

Namun tidak semua warung makan di wilayah Lasem menyajikan menu ini, hanya beberapa warung makan saja, salah satunya yaitu Warung Barokah yang letaknya di pinggir Sungai Bengawan Solo.

Menurut Nur Azisah (48) warga Desa Lasem yang menjual botok ikan wagal, orang yang datang ke warungnya dan menyantap masakan ini kerap merasa ketagihan.

“Rasa botok ikan wagal ini sangat spesial. Maklum cara membuatnya juga sedikit repot, yaitu sebelum di campur bumbu jangkep, ikan harus dicuci dulu dengan asam untuk menghilangkan bau amisnya. Setelah itu ikan wagal yang panjangnya sekitar 40 cm di potong-potong dicampur bumbu jangkep dan dibungkus daun pisang, Usai dibungkus, lanjut Nur Azisah, lalu dikukus selama 30 menit. Usai dibungkus, lalu dikukus selama 30 menit,” ujarnya, Senin (17/9/2018) kepada Sureplus.id.

Ia menambahkan, botok ikan wagal ini cocoknya bila dimakan bersama nasi jagung atau nasi putih.

“Lezatnya tidak ketulungan dan dijamin bakal kembali lagi. Karena rasanya lezat dan gurih ditambah pedas. Menjadikan botok ikan wagal ini sangat diminati pecinta kuliner,” tuturnya.

Botok ikan wagal ada dua macam yaitu ikan wagal dari laut dan ikan wagal dari tambak (air tawar), menurut Nur Azisah, yang lebih nikmat yaitu ikan wagal dari tambak, sebab ikannya tidak terlalu amis. di Desa Lasem yang memiliki banyak tambak, ikan ini mudah didapat. (ALI ZAINI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas