BUMDes Gresik Dibekali Pelatihan E-Commerce dan Packaging

Pemkab Gresik membekali para pelaku usaha kecil di desa yang tergabung dalam BUMDes di Gresik agar piawai melakukan bisnis e-commerce. FOTO: SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS: Maraknya bisnis online akhir-akhir ini mengharuskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik membekali para pelaku usaha kecil di desa yang tergabung dalam BUMDes di Gresik agar piawai melakukan bisnis e-commerce.

Sebagai tindak lanjutnya. Pemkab setempat menggandeng BNI Cabang Gresik untuk memberikan pelatihan packaging (pengemasan) dan e-commerce (penjualan online). Pasalnya, BUMDes di Gresik memiliki banyak produk yang dijual mulai dari makanan, minuman bahkan sandang.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan, kemasan atau packaging milik BUMDes masih kurang kreatif. Padahal, jika dikemas lebih menarik harganya bisa mahal.

“Betapa pentingnya sebuah kemasan produk untuk menarik minat pembeli,” katanya, Senin (17/9/2018).

Ia menambahkan, saat ini ada 238 BUMDes yang aktif. Namun, dari jumlah tersebut baru sedikit yang memperhatikan pengemasan maupun memanfaatkan sistem jual beli secara online.

“Pelatihan ini tepat mengingat produk BUMDes di Gresik sangat unggul baik dari segi rasa maupun bentuknya. Namun, karena kemasan kurang menarik maka produk tersebut tidak bisa menjadi oleh-oleh yang bisa dibanggakan,” tambahnya.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gresik Indah Sofiana menyatakan dari 330 desa di Gresik ada 238 BUMDes. Dari jumlah itu, ada 60 BUMDes yang membawahi ratusan pengusaha kecil yang ada di desa.

“Sesuai penilaian kami, ada 55 BUMDes yang siap dikembangkan untuk peningkatan. Saya contohkan BUMDes Podojoyo dari Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu yang yang diketuai oleh Yogi Sugianto. Saat ini mereka punya lebih dari 50 jenis produk unggulan,” papar Indah. (ALI ZAINI/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas