Pemerintah Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Secara Kualitatif

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan asumsi dasar makro untuk Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019 dalam rapat rerja pada Kamis (13/09) di DPR. FOTO: KEMENKEU

JAKARTA-SUREPLUS: Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen pada tahun 2019. Untuk mencapai pertumbuhan sebesar itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan, bahwa pemerintah akan mengambil kebijakan yang tidak hanya menekankan capaian kuantitatif, tapi kualitatif.

Pemerintah juga akan tetap mengutamakan kualitas dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri seperti pengurangan angka kemiskinan, pengangguran, kesenjangan, dan indeks pembangunan ekonomi lainnya.

“Pemerintah ingin menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak diukur hanya dari tingkat kuantitatif, tapi kami juga menekankan pada sisi kualitatif yaitu dari kualitas pertumbuhan ekonomi,” tegasnya usai menggelar rapat kerja bersama Komisi XI, Kamis (13/9/2018) di gedung DPR RI.

Rapat kerja ini juga menyepakati besaran asumsi dasar ekonomi makro untuk Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

“Jadi, pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 3,5%, nilai tukar Rp14.400 per dolar AS, dan suku bunga SPN 3 bulan 5,3%. Disetujui ya?,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng sambil kemudian mengetuk palu tanda disetujui.

Sedangkan untuk target pembangunan, komisi XI dan pemerintah menyepakati tingkat pengangguran 4,8–5,2 persen, tingkat kemiskinan 8,5–9,5 persen, indeks gini rasio 0,3880–0,390, dan indeks pembangunan manusia 71,98.

Sementara Menkeu Sri Mulyani mengatakan, dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti saat ini asumsi makro disusun untuk digunakan dalam perhitungan RAPBN 2019 yang kredibel dan fleksibel.

“Asumsi makro 2019 untuk kita gunakan di dalam mendukung perhitungan RAPBN 2019 secara kredibel dan juga kita harapkan cukup fleksibel menghadapi ketidakpastian,” ujarnya.(PRS/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas