Menku : Masalahnya Pada Prioritas Penggunaan Anggaran Pendidikan

Di depan peserta Forum Riset Life Science di Hotel Pullman, Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengingatkan prioritas penggunaan anggaran pendidikan. FOTO : FB SMINDRAWATI

JAKARTA-SUREPLUS : Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak para pendidik dan peneliti untuk secara aktif memanfaatkan alokasi anggaran pendidikan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

“Pemerintah sangat perhatian terhadap peningkatan daya saing Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui alokasi anggaran pendidikan 20 persen dan anggaran kesehatan 5 persen dari APBN,” jelas Menkeu Sri Mulyani di depan peserta Forum Riset Life Science bertema ‘Riset dan Inovasi Bidang Science yang Berkelanjutan di Indonesia’ di Hotel Pullman, Central Park, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Dijelaskan di fanspage Facebook-nya, anggaran untuk pendidikan 20 persen ini berarti sudah mencapai Rp 444 triliun. Dengan dana sebesar itu, kata Menkeu, tentu saja kita semua harus maksimal dalam menggunakan dan mengelolanya.

Permasalahan yang dihadapi saat ini, lanjutnya, adalah kelemahan dalam memprioritaskan penggunaan anggaran pendidikan sehingga dampaknya dirasakan belum optimal dalam peningkatan kualitas SDM Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

“Apabila kualitas SDM Indonesia menjadi lebih baik, maka akan meningkatkan daya saing dan produktifitas bagi ekspor barang dan jasa Indonesia ditengah gejolak perekonomian global yang berubah sangat cepat seperti sekarang ini,” jelasnya.

Oleh karena itu, melalui riset dan inovasi, Menkeu ingin agar seluruh elemen dari para pendidik dan peneliti makin aktif untuk bisa menjaga agar alokasi anggaran pendidikan yang makin besar itu ada hasilnya.

“Mari kita bekerja sama membangun SDM Indonesia yang tangguh. Tidak bisa hanya satu institusi, satu kementerian atau satu orang yang dapat menjaga perekonomian dan bangsa kita. Kita semua harus bekerja sama untuk menjaga bangsa ini,” tegasnya. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono