Lezatnya Peyek Kerang Kukur Khas Gresik

Erna Hidayati, salah satu produsen peyek kerang kukur di Gresik. FOTO : SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS : Jika Anda masuk di wilayah Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Jangan lupa menanyakan Desa Kemangi. Pasalnya, desa tersebut sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian nelayan. Dari hasil bumi itu, ada menu unik yaitu peyek kerang kukur.

Peyek yang terbuat dari bahan dasar kerang laut itu. Rasanya gurih dan bisa bertahan hingga satu minggu. Tidak heran jika di setiap rumah terdapat kulit kerang.

Erna Hidayati (46) salah satu warga pembuat peyek kerang kukur menjelaskan, memang banyak jenis kerang seperti kerang hijau,dan kerang tambak. Namun, yang paling cocok di buat peyek yaitu kerang kukur, selain testur dagingnya kenyal dan kecil. Rasanya juga gurih. Jika dianding kerang lainnya rasanya manis.

“Dulu kerang kukur ini bisa di buat botok, sate dan grinting kerang, karena kuliner tersebut tidak tahan lama, maka kami mencoba untuk dibuat peyek. Hasilnya cukup untuk menambah penghasilan keluarga,” ujarnya, Jumat (14/09/2018).

Proses pembuatanya peyek kerang kukur hampir sama dengan kerang lainnya. Kerang ini direbus selama 15 menit, lalu dijemur sampai kering selama 6 jam. Hal ini dilakukan agar dagingnya megecil, setelah itu di campur adonan dengan bumbu jangkep lalu digoreng.

Rasa gurih kerang kukur sangat mendominasi. Sebab, dipadu rasa asin dan sedikit pedas sebagai ciri khas dengan daerah pantura.

“Selama ini pemasaranya hanya menjangkau pasar Sidayu dan pasar Gresik serta memenuhi kebutuhan warga setempat,” ungkap Erna.

Kabag Humas Pemkab Gresik Sutrisno menuturkan, kuliner peyek kerang kukur ini terbilang baru bila dibanding kuliner lainnya seperti botok kerang, dan sate kerang.

“Peyek kerang kukur ini rasanya gurih dan nikmat untuk di konsumsi terlebih di padu dengan nasi pecel. Rasanya, bisa lupa daratan,” tuturnya.

Agar peyek Kerang kukur ini bisa lebih di kenal masyarakat luas. Pemkab Gresik akan terus berusaha mempromosikan melalui event-event pameran, baik dilaksankan di kecamatan, Kabupaten bahkan di tingkat provinsi. (ALI ZAINI/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono