Dongkrak Produk Berkualitas, Pemkot Gelar Pembinaan UMKM

Teti Estiasih, pakar ilmu dan teknologi pangan dari Universitas Brawijaya Malang, saat hadir dalam pembinaan di Aula Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun. FOTO : MADIUNKOTA.GO.ID

MADIUN-SUREPLUS : Untuk menggenjot perekonomian daerahn, Pemerintah Kota Madiun terus melakukan bantuan modal, pelatihan, hingga pembinaan dalam melaksanakan standart industri manufaktur.

“Dalam bidang usaha jual-beli, kualitas produk menjadi salah satu indikator penting. Sebisa mungkin harus sesuai SOP (Standart Operasional Prosedur),’’ kata Teti Estiasih, pakar ilmu dan teknologi pangan dari Universitas Brawijaya Malang, saat hadir dalam pembinaan di Aula Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, Kamis (13/9/2018).

Pemilihan dan pengolahan bahan makanan, kata dia, wajib higienis. Ini merupakan salah satu cara mendapatkan tekstur sambel pecel lebih awet dan tahan lama. Pertumbuhan bakteri wajib ditekan semaksimal mungkin agar kualitas terjaga. Apalagi, untuk produk makanan.

Teti juga mengingatkan, keteledoran dapat berujung masalah. Butuh pemahaman sifat dan karakteristik mikrobakteria untuk mencegah kerusakan makanan. Cara penyimpanan wajib diperhatikan benar. Pelaku usaha juga harus memahami hubungan waktu dan suhu serta melakukan administrasi penyimpanan.

‘’Penerapan standar industri pangan secara higienis penting agar mendapatkan produk yang maksimal. Perubahan mindset dan perilaku para pelaku usaha harus dirubah. Itu salah satu kuncinya,’’ imbuhnya, seperti ditulis di laman madiunkota.go.id.

Dia juga menyinggung bahan tambahan pangan (BTP) yang sembarangan. BTP, lanjutnya, diperbolehkan asal sesuai aturan. Misalnya untuk lebih awet atau tidak mudah rusak. Namun, penambahan ini juga harus dicantumkan dalam lebel komposisi. Konsumen tidak boleh dibohongi.

Untuk itu Teti memberikan solusi masalah para pelaku usaha sambel pecel maupun terkait produk makanan yang sering muncul. Kiat-kiat dalam menjalankan usaha juga mengemuka.

‘’Saya berharap bapak dan ibu pelaku usaha sambel pecel maupun produk makanan yang lain akan lebih maju dengan adanya sosialisasi ini. Harapannya, produk yang dihasilkan berkualitas agar pemasaran lebih berkembang,’’ tuturnya. (PRS/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono