Tahun 2020, Perdagangan Indonesia-Vietnam Target 10 Miliar Dolar AS

Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Vietnam Trần Đại Quang memunculkan beberapa komitmen. Di antaranya kesepakatan penghapusan hambatan dagang produk industri. FOTO : SETKAB.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS : Segala hambatan perdagangan antara Indonesia dan Vietnam diharap dapat diselesaikan pada saat pertemuan tahunan IMF-World Bank 2018 yang digelar di Bali, 8-14 Oktober mendatang.

“Jadi, nanti di Bali sudah mendapatkan progres dari hasil pembicaraan bilateral di Hanoi ini,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (13/9/2018) seperti ditulis dalam siaran persnya.

Tren perdagangan RI-Vietnam yang terus meningkat beberapa tahun belakangan ini, lanjutnya, akan terus digali potensinya dan dikembangkan untuk kemajuan kedua negara. Pada tahun 2017, total nilai perdagangan RI-Vietnam tahun lalu tumbuh 8,64 persen, sehingga menjadi 6,82 miliar Dolar AS dibanding tahun 2016 yang mencapai 6,27 miliar Dolar AS.

Dikatakan pula, dalam upaya membangun pertumbuhan ekonomi, pemerintah Indonesia juga menyampaikan keinginan para investor nasional untuk mengembangkan usahanya di Vietnam. Untuk itu, pemerintah Vietnam diharapkan dapat memberi kemudahan, apalagi Indonesia merupakan salah satu investor pertama yang ada di Vietnam.

Terkait produk industri, Pemerintah Indonesia dan Vietnam sepakat untuk menghilangkan berbagai hambatan perdagangan yang masih terjadi. Komitmen ini muncul usai pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Vietnam Trần Đại Quang.

“Di dalam perbincangan kedua pemimpin negara tersebut, antara lain dibahas isu mengenai perdagangan bilateral sekaligus target yang akan dicapai sebesar 10 miliar Dolar AS pada tahun 2020,” jelas Menperin.

Presiden Joko Widodo dan Presiden Vietnam Trần Đại Quang melakukan pertemuan di Istana Kepresidenan Vietnam, Hanoi, Selasa (11/9). Turut hadir dalam pertemuan bilateral itu ialah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, serta Duta Besar RI untuk Vietnam Ibnu Hadi. (PRS/SUREPLUS)

Editor: Hendro D. Laksono