Kementan Siapkan Jurus Atasi Kekeringan Panjang

Lewat beberapa strateginya, Kementrian Pertanian yakin jika produktivitas padi tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan nasional, meski di kemarau panjang. FOTO : ISTIMEWA

JAKARTA-SUREPLUS : Musim kemarau panjang memberi dampak serius di sejumlah sentra produksi pertanian. Meski demikian, kekeringan tak menyurutkan petani Indonesia untuk berproduksi padi.

“Semua turun tangan untuk meyakinkan bahwa kekeringan bukan halangan tetapi kesempatan. Seluruh pejabat Kementan turun ke lapangan untuk membantu petani mencari sumber air, mempertahankan pertanaman, dan bisa tetap panen,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, seperti ditulis dalam siaran persnya, Rabu (13/9/2018).

Kemarau, kata Mentan Andi, juga kesempatan untuk mendorong Perluasan Areal Tanam Baru (PATB). Karena program pertanaman padi tidak hanya memanfaatkan lahan sawah, tapi juga mengoptimalkan lahan rawa dan kering.

Dijelaskan, pada musim kemarau, rawa yang semula tinggi muka air 1 meter, pada musim kering turun menjadi 20-30 centimeter. Lahan rawa sebagai lahan sub optimal memiliki potensi luas 12,3 juta hektare, namun pemanfaatannya belum optimal. Dari potensi tersebut, baru dimanfaatkan seluas 4,5 juta hektare atau 36,8 persen untuk produksi pertanian.

Senada dengan pernyataan ini, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Sumarjo Gatot Irianto mengatakan, musim kemarau bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi jika dikelola dengan baik.

“Musim kemarau bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin karena hama lebih sedikit, sinar matahari cukup baik untuk fotosintesis dan proses pengeringan. Jadi kualitas gabah lebih baik, biaya produksi juga bisa ditekan,” yakinnya.

Terkait lahan kering di Indonesia yang mencapai 28,5 juta hektar, termasuk di dalamnya ladang, tegalan, dan lahan yang tidak diusahakan menjadi PATB, Gatot mengatakan, pemerintah mendorong petani untuk menanam padi gogo.

Padi gogo adalah tanaman pertanian yang biasa digunakan di lahan kering, termasuk di daerah dengan curah hujan rendah. “Targetnya tahun ini pertanaman 1 juta hektare pada tahun 2018 ini,” jelas Gatot.

Di luar strategi-strategi itu, Kementan melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), juga mendistribusikan bantuan pompa air. Tahun 2018 ini sudah tersebar bantuan pompa air ukuran kecil (3 inchi) sebanyak 7.315 unit, pompa air ukuran sedang (4 inchi) sebanyak 7.132 unit, serta pompa ukuran besar (6 inchi) sebanyak 1.964 unit. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono