Aplikasi Go-Jek Melaju di Vietnam lewat Go-Viet

Presiden Joko Widodo saat menghadiri peluncuran Go-Viet di Hotel Melia Hanoi, Vietnam. FOTO : FB JOKOWI

HANOI-SUREPLUS: Teknologi Indonesia kini merambah Vietnam. Ditandai dengan peluncuran Go-Viet, produk aplikasi penyedia jasa transportasi di Vietnam hasil kolaborasi dengan Go-Jek Indonesia, di Hotel Melia Hanoi, Vietnam, Selasa (12/9/2018).

Hadir dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo, CEO Go-Jek Nadiem Makarim, dan sejumlah pejabat kementerian RI dan Vietnam, di antaranya Menteri Transportasi Vietnam Nguyen Van The.

Presiden, lewat fanspage Facebooknya langsung menulis, “Selamat kepada Go-Jek, Go-Viet, dan tentu saja kepada anak-anak muda Indonesia yang kreatif, inovatif dan berpikiran maju”.

“Saya kira, saya harus acungi jempol,” imbuh Presiden.

Kabar Go-Jek terbang ke Vietnam sebetulnya sudah disampaikan sejak awal Agustus 2018 lalu. Di laman webnya, Go-Jek mengumumkan jika aplikasi on demand yang menawarkan berbagai layanan ini siap untuk mengembangkan layanannya di Kota Ho Chi Minh, Rabu (1/8/2018).

Dijelaskan, ekspansi ini sejalan dengan tersedianya aplikasi Go-Viet di Apple Store dan Google Play untuk pertama kalinya. Hal ini menandai diluncurkannya aplikasi Go-Viet menyusul kesuksesan program uji coba ‘Go-Viet Explorers’ pada bulan Juli 2018.

Dituliskan, Co-Founder dan CEO Go Viet Duc Nguyen mengatakan, fase uji coba pihaknya berjalan dengan sangat baik. “Dan kami sangat senang dengan banyaknya feedback positif yang kami terima dari masyarakat yang sudah mencoba aplikasi ini. Seiring dengan ekspansi yang kami lakukan di Kota Ho Chi Minh, kami mengajak masyarakat untuk mengunduh dan mencoba aplikasi kami,” kata Duc Nguyen.

Sejak diluncurkan awal Agustus itu, ribuan mitra driver sudah bergabung dengan Go-Viet untuk memberikan layanan yang komprehensif bagi konsumen di kota Ho Chi Minh.

Menanggapi hal ini, President Go-Jek Andre Soelistyo mengatakan, peluncuran Go-Viet akan memperlihatkan bagaimana teknologi kelas dunia yang dimiliki Go-Jek dapat dimanfaatkan di Vietnam.

“Kami akan membuat Indonesia bangga, sebagai perusahaan karya anak bangsa yang dapat menempatkan Indonesia pada peta inovasi global dan kepemimpinan di bidang teknologi,” katanya. (PRS/HDL)

Editor: Hendro D. Laksono