Sulap Limbah Tahu Jadi Minuman Ringan

Paham jika mengolah limbah tahu bisa mendapat keuntungan ekonomi, warga Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Gresik, mulai mengolah limbah cair tahu menjadi minuman ringan. FOTO : SUREPLUS/ALI ZAINI

GRESIK-SUREPLUS : Warga Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Gresik, berhasil menyulap limbah cair tahu menjadi minuman ringan, nata de soya. Selain mengolah limbah cari tahu, warga setempat juga mengolah limbah padat (ampas tahu, red), menjadi pupuk cair, dan kompos.

Sebelumnya, warga Desa Gadingwatu belum tahu banyak memanfaatkan limbah tersebut secara optimal. Hanya ampas tahu, yang dimanfaatkan sebagai makanan ternak. Termasuk diantaranya, sebagian warga memanfaatkan limbah ini dipakai sebagai makanan semacam tempe. Padahal, bau yang ditimbulkan tentu saja sangat mengganggu masyarakat sekitar.

Atas dasar itulah Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik berupaya mencari terobosan bagaimana memanfaatkan limbah cair, dan padat yang berasal dari tahu dengan menggandeng Fakultas MIPA Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

“Masyarakat tertarik untuk membuat nata de soya karena ada nilai peningkatan ekonomis,” kata Winarsih pakar Biologi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kepada wartawan, Selasa (11/09/2018).

Untuk pembuatan nata de soya lanjut Winarsih, dari modal Rp 100 ribu bisa menghasilkan Rp 500 ribu. Prosesnya, limbah cair tahu lalu ditambah bakteri kemudian ditunggu sekitar 14 hari jadilah nata desoya.

“Saya yakin produk nata de soya ini laris dan tidak sulit cara memasarkan,” ujarnya.

Selain memberikan pelatihan pembuatan nata de soya, Winarsih juga melatih warga untuk membuat pupuk cair. Cara pembuatannya, terlebih dulu melakukan fermentasi ampas tahu selanjutnya diberi bakteri.

“Kalau beli pupuk cair jadi harganya puluhan ribu perliter, kalau dibuat dari fermentasi ampas tahu ini anda bisa gratis bahkan bisa menjual. Hanya memanfaatkan penambahan bakteri,” tuturnya sambil menunjukan hasilnya akhir pupuk tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Agus Budiono sangat mengapresiasi antusias warga peserta pelatihan tersebut.

“Ternyata tak hanya karyawan pabrik, juragan tahu juga ikut serta. Disini ada empat pabrik tahu yang masing-masing mempekerjakan orang antara lima puluh dan bahkan ada yang sampai seratus orang lebih,” pungkasnya. (ALI ZAINI/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono