Menikmati Ayam Lodho Lombok Hijau di Lereng Gunung Kelud

Keunggulan Ayam Lodho Bumbu Lombok Ijo hasil olahan Nini, pemilik warung di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, nampak pada rasa yang super pedas. FOTO : SUREPLUS/AYU CITRA SR

KEDIRI-SUREPLUS: Kabupaten Kediri, selama ini dikenal dengan keindahan alam Gunung Kelud dan objek wisata lainnya. Namun, ada baiknya saat menjejakkan kaki menuju Gunung Kelud bisa mampir melakukan wisata kuliner di warung Ayam Lodho Kampung Pedas Lombok Ijo.

Gerai yang berdiri sejak 8 tahun lalu ini, berada di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Di area ini, setiap pengunjung bisa mencicipi kelezatan masakan khas warga desa setempat, yakni Ayam Lodho Bumbu Lombok Ijo, hasil olahan tangan Nini, pemilik warung tersebut.

Menurut Nini, keunggulan makanan olahan ini terlihat pada kualitas rasa yang super pedas. Terlebih lagi, sengaja dimasak dengan memadukan sejumlah lombok hijau.

“Banyak konsumen, terutama pecinta pedas yang ketagihan dan selalu datang kembali. Mereka menilai, bumbu ayam lodho yang sangat meresap menjadi daya tarik tersendiri,” kata Nini, pemilik usaha Ayam Lodho Bumbu Lombok Hijau, di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Rabu (12/9/2018).

Pada awalnya, bisnis yang dijalani Nini dimulai ketika anaknya masih berusia taman kanak-kanak. Namun, dengan mempertahankan kualitas rasa yang ada, hingga anaknya masuk di sekolah menengah pertama (SMP), usahanya tersebut tetap eksis melayani pembeli.

Mengenai harga, menu panganan ini sengaja dijual dengan harga terjangkau, sebesar Rp 11 ribu per porsi. Dengan patokan harga ini, konsumen bisa menikmati makanan khas Kediri yang dikenal sebagai Bumi Panji.

Selain itu, bisa dipastikan bahwa kenikmatan rasa kuliner tersebut berbeda dengan menu serupa di daerah lain. Lantaran, cara memasak Ayam Lodho Bumbu Lombok Hijau ini memakai tungku atau sering disebut “pawonan” oleh masyarakat Jawa.

Dengan cara inilah, bumbu masakannya bisa lebih terserap hingga merasuk ke daging ayam kampung tersebut. Di samping itu, secara keseluruhan daging ayam lebih lunak karena dimasak menggunakan tungku, sedangkan kompor gas hanya dipakai Nini untuk memanaskan hidangan sebelum disajikan ke meja konsumen. (AYU CITRA SR/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono