Sukses Luncurkan Satelit Komersial, Elon Musk Lewati Masa Kelam

Space Exploration Technologies Corp berhasil meluncurkan satelit komersial untuk Telesat dari negara bagian Florida AS. FOTO: SPACE X

FLORIDA AS-SUREPLUS: Setelah dihantam badai masalah bertubi-tubi dalam beberapa bulan terakhir, CEO SpaceX Elon Musk akhirnya meraih kemenangan yang sangat dibutuhkan. Ya, perusahaan Space Exploration Technologies Corp berhasil meluncurkan satelit komersial untuk Telesat dari negara bagian Florida AS.

Peluncuran ini merupakan misi sukses ke-16 dari sekitar 30 yang ditargetkan di tahun 2018 ini. Keberhasilan tersebut merupakan angin segar dalam beberapa bulan yang penuh gejolak bagi Elon Musk, yang juga mengepalai Tesla Inc.

Seperti diketahui, Musk mengalami masa kelam sejak ia mengalami stres berat akibat anjloknya saham Tesla hingga 8,9 persen sebagai buntut kabar Musk menggunakan Marijuana. Belum lagi tekanan para pemegang saham, dan penyelidikan oleh regulator AS.

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times bulan lalu, Musk menggambarkan tahun lalu sebagai momentum paling buruk dalam kariernya. Bahkan Musk mengaku harus menggunakan obat penenang untuk membantunya bisa tertidur.

Terlepas dari itu, pada hari Senin, roket Falcon 9 diangkat dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Air Force Station sekitar pukul 12:45 pagi waktu setempat. Roket itu menyebarkan satelit Telstar 18 Vantage, yang akan memperluas layanan komunikasi di Asia Tenggara, Mongolia, Australia, dan Selandia Baru.

Musk mendirikan SpaceX pada tahun 2002 dan masih di bawah kendalinya hingga kini. Musk memiliki saham mayoritas, bersama investor seperti Google, Investasi Fidelity, dan Founders Fund,

Seperti dikutip Bloomberg Businessweek pada bulan Juli. Tahun lalu roket Falcon 9 yang dikendarainya mencapai orbit 18 kali, lebih banyak dari peluncuran lain di dunia.

Valuasi perusahaan pun meningkat menjadi sekitar 28 miliar dolar AS, menjadikannya sebagai startup yang didukung ventura ketiga paling berharga di AS setelah Uber Technologies Inc. dan Airbnb Inc.

Setelah tahap pemisahan, tahap pertama Falcon 9 mendarat kembali di sebuah pesawat tak berawak yang ditempatkan di Samudera Atlantik lebih dari 8 menit setelah peluncuran Senin (10/9/2018).

Menurut Ottawa, Telesat yang berbasis di Kanada, Satelit itu akan menggantikan Telstar 18 yang diluncurkan pada Juni 2004 dan mulai beroperasi pada Agustus tahun itu. Diharapkan memungkinkan konektivitas langsung dari titik mana pun, di Asia hingga Amerika. Ini dirancang mengorbit sekitar 15 tahun, terhitung sejak diluncurkan.

Pihak SpaceX sendiri mengatakan, Telstar 18 Vantage yang dibangun oleh unit SSL Maxar Technologies Ltd., diperkirakan akan mulai beroperasi akhir tahun ini setelah pengujian.

SpaceX juga memiliki kontrak untuk mengangkut astronot Amerika ke Stasiun Luar Angkasa Internasional sebagai bagian dari program Crew Komersial dengan NASA. Jadwal terbaru terkait demonstrasi SpaceX dijadwalkan pada November mendatang, sementara penerbangan pertama dengan astronotnya dilakukan pada bulan April 2019.

Jadwal itu disusun setelah Agustus lalu karyawan SpaceX mendapat kesempatan bertemu dengan empat astronot yang akan terbang dengan Crew Dragon, pesawat yang dirancang untuk mengangkut mereka dengan aman ke dan dari lab yang mengorbit. (BLOOMBERG/ZAL)

Editor: Fahrizal Arnas