Kota Surakarta Terpilih jadi Tuan Rumah Colombo Plan

Peserta Colombo Plan di Kota Surakarta. FOTO : KEMENPPPA.GO.ID

SURAKARTA-SUREPLUS : Kota Surakarta terpilih menjadi tuan rumah ‘Colombo Plan’, sebuah project internasional yang diluncurkan dengan semangat pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Tahun ini, tema yang diusung adalah ‘Sharing Best Practices on the Implementation of Child Friendly City in Indonesia’.

“Kota Surakarta, berdasar hasil evaluasi KLA 2018 memperoleh kategori tertinggi. Yaitu KLA Utama. KLA merupakan perwujudan suatu kabupaten dan kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak,” jelas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Yohana Yembise, Senin (10/9/2018).

Dijelaskan, sistem ini dilakukan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, media dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam bentuk kebijakan, program dan kegiatan yang ditujukan untuk pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak.

Di tempat yang berbeda, Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, sekaligus koordinator pelaksanaan KLA di Indonesia, Lenny N. Rosalin, mengatakan demi mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak memang dibutuhkan sinergi lintas bidang pembangunan, lintas kementerian atau lembaga, dan lintas daerah.

“Penanganan yang holistik dan integratif sangatlah penting, termasuk pelibatan dan kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan,” kata Lenny.

Koordinasi antar pemangku kepentingan, lanjutnya, mulai dari tingkat nasional, hingga tingkat provinsi dan kabupaten atau kota merupakan kunci keberhasilan dalam mewujudkan kota yang tidak hanya layak anak, tapi juga berkelanjutan, selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

KLA telah dirintis sejak 2006, dan pada tahun 2010 direvitalisasi untuk lebih dipercepat capaiannya dan terinternalisasi ke seluruh pelosok tanah air. Hingga Juli 2018, dari 514 kabupaten atau kota yang ada di Indonesia, terdapat 389 kabupaten dan kota yang menginisiasi untuk mewujudkan KLA.

Dalam keterangan persnya, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, untuk memperoleh kategori KLA Utama, pihaknya sebagai awal membentuk Forum Anak, mulai dari tingkat kelurahan hingga tingkat kota.

“Forum Anak yang kami dirikan juga telah mengikuti Musrenbang, baik di tingkat Kelurahan maupun tingkat Kota. Kedua, kami membangun Taman Cerdas dari tingkat kelurahan,” kata Wali Kota Hadi.

Sementara langkah ketiga, Surakarta juga mendirikan Sekolah Keluarga untuk memberikan pemahaman kepada para keluarga mengenai cara mendidik anak dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama mengenai 4 hak anak, yakni hak untuk hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partisipasi.

“Kami juga sudah mendirikan Radio Anak, namun saat ini sedang menunggu perizinan frekuensi dari Kementerian Kominfo,” katanya. (PRS/HDL)

Editor : Hendro D. Laksono